Transjabodetabek SH-2 Rute Blok M-Bandara Soetta Resmi Beroperasi
- 12 Mar 2026 12:43 WIB
- Jakarta
RRI.CO.ID, Jakarta - Gubernur Jakarta, Pramono Anung, meresmikan layanan Transjabodetabek SH-2, yang melayani rute Blok M hingga Bandara Soekarno Hatta, maupun sebaliknya. Adapun peresmian ini dilakukan di Terminal Blok M, Jakarta Selatan, pada Kamis 12 Maret 2026.
Dalam kesempatan itu, Gubernur Pramono menjelaskan, ada sebanyak 14 bus yang akan dioperasikan untuk melayani rute baru tersebut. Pramono memperkirakan, jumlah armada yang telah disiapkan itu dapat melayani hingga 2.000 penumpang setiap hari.
“(Beroperasi) dari jam 05.00-22.00 WIB. Waktu tunggunya antara 10-20 menit. Kami memperkirakan dengan jumlah armada 14 (bus), kemungkinan akan dilayani antara 1.900-2.000 (penumpang),” ujar Gubernur Pramono, di Terminal Blok M, Jakarta Selatan, pada Kamis 12 Maret 2026.
Adapun estimasi waktu perjalanan dari Blok M menuju Bandara Soekarno-Hatta sekitar 121 menit, dengan panjang lintasan mencapai 65,1 kilometer. Layanan Transjabodetabek rute SH-2 melewati 13 titik pemberhentian di wilayah Jakarta dan 10 titik pemberhentian di luar Jakarta.
Lebih lanjut, Gubernur Pramono juga menjelaskan bahwa di dalam bus tersedia ruang khusus untuk menyimpan koper penumpang. Namun demikian, tidak semua koper dapat ditempatkan di ruang penyimpanan tersebut, terlebih jika jumlahnya terlalu banyak.
“Kalau orang berpergian kan kopernya banyak, tidak semua koper akan bisa mendapatkan tempat tersendiri (di dalam bus). Sehingga ada beberapa koper yang pasti nantinya bersama penumpang, itu konsekuensinya,” katanya.
Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta sendiri menetapkan tarif khusus sebesar Rp3.500 selama tiga bulan pertama pengoperasian rute ini, dalam rangka memberikan kemudahan bagi masyarakat, sekaligus menyambut arus mudik Idulfitri. Namun demikian, setelah tiga bulan, Pemprov DKI Jakarta akan melakukan evaluasi terhadap tarif tersebut, di mana kemungkinan akan mengalami penyesuaian menjadi sekitar Rp10.000-Rp15.000.
“Karena rutenya panjang, busnya baru dan khusus untuk itu, sehingga perlu biaya yang harus dikeluarkan, dan juga di terminal 1, 2, 3, tentunya parkir bus kan gak gratis, ada biaya-biaya yang harus ditanggung. Itulah yang sedang kami finalisasi, kami lakukan perhitungan,” ucap Pramono.