Pramono Tutup Sementara Operasional Zona 4A TPST Bantargebang

  • 09 Mar 2026 12:31 WIB
  •  Jakarta

RRI.CO.ID, Jakarta - Pemerintah Provinsi DKI Jakarta menutup sementara operasional di Zona 4A Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) Bantargebang setelah terjadinya longsor gunung sampah yang menewaskan empat orang petugas. Peristiwa tersebut terjadi pada Minggu,8 Maret 2026 sekira pukul 14.30 WIB, yang diduga akibat hujan lebat dengan durasi panjang yang mengguyur kawasan tersebut.

Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung mengucapkan duka cita mendalam atas meninggalnya para korban yang merupakan petugas Penanganan Prasarana dan Sarana Umum (PJLP) dari Dinas Lingkungan Hidup DKI Jakarta. Insiden tersebut terjadi ketika tumpukan sampah di zona 4A mengalami pergeseran atau sliding akibat kondisi tanah yang jenuh air setelah diguyur hujan ekstrem.

“Sebagai langkah mitigasi dan pengamanan area, layanan pengolahan sampah di zona 4A untuk sementara waktu ditutup. Pengiriman sampah ke TPST Bantargebang juga diminimalkan, sementara operasional dialihkan ke zona 3. Longsoran tersebut menutup jalan operasional dan aliran Sungai Ciketing sepanjang kurang lebih 40 meter oleh material sampah. Kondisi itu sempat menyulitkan proses evakuasi dan penanganan awal di lokasi kejadian,” kata Pramono, di Balai Kota, Jakarta, Senin, 9 Maret 2026.

Pramono menjelaskan, Dinas Lingkungan Hidup DKI Jakarta langsung mengaktifkan operasi tanggap darurat untuk memastikan keselamatan petugas di lapangan, melakukan penanganan korban, serta menstabilkan area longsoran agar layanan pengelolaan sampah dapat segera dipulihkan. Penanganan dilakukan oleh tim gabungan lintas instansi yang melibatkan Basarnas, Polda Metro Jaya, TNI, BPBD DKI Jakarta dan Kota Bekasi, Dinas Pemadam Kebakaran, serta aparat wilayah setempat.

“Dalam proses evakuasi, tim juga mengerahkan 19 unit ekskavator alat berat dan tujuh ambulans guna mempercepat pencarian korban dan pembersihan area terdampak,” ujarnya.

Lebih lanjut Pramono memastikan para korban yang meninggal dunia akan mendapatkan santunan melalui BPJS Ketenagakerjaan. Sementara itu, seluruh biaya pengobatan bagi korban yang mengalami luka-luka ditanggung sepenuhnya oleh Pemerintah Provinsi DKI Jakarta.

Selain itu, pemerintah juga menyiapkan dua titik penanganan baru sambil melakukan perapian dan stabilisasi pada tumpukan sampah di area yang terdampak longsor. Langkah tersebut dilakukan agar aktivitas pengelolaan sampah dapat kembali berjalan dengan aman.

Pihak Pemprov DKI Jakarta juga mengapresiasi dukungan berbagai pihak dalam penanganan insiden tersebut. Menteri Lingkungan Hidup bahkan telah meninjau langsung lokasi kejadian pada malam hari setelah peristiwa berlangsung.

“Ini adalah kejadian yang tidak direncanakan dan tidak diduga, dipicu hujan yang deras dan berlangsung lama. Tumpukan sampah yang sudah tinggi menyebabkan terjadinya longsor hingga menimbulkan korban jiwa. Pemprov DKI Jakarta. Pemerintah memastikan seluruh langkah penanganan dan evaluasi akan terus dilakukan agar kejadian serupa tidak terulang di masa mendatang,” ujarnya.

Rekomendasi Berita