Alumni Lemhannas Diminta Aktif Beri Masukan Strategis
- 13 Mar 2026 15:51 WIB
- Jakarta
RRI.CO.ID, Jakarta - Di tengah dinamika global yang semakin kompleks dan situasi dunia yang dinilai tidak sedang baik-baik saja, para alumni Lembaga Ketahanan Nasional (Lemhannas) RI diharapkan mampu tampil sebagai kekuatan pemikiran strategis bagi bangsa.
Harapan tersebut dikemukakan saat pengukuhan Dewan Pengurus Angkatan (DPA) Ikatan Alumni (IKAL) Program Pemantapan Pimpinan Nasional (P3N) XXV Lemhannas RI yang digelar di Aula Mutiara Sekolah Tinggi Ilmu Kepolisian (PTIK), Jakarta.
Dalam kegiatan tersebut, kepengurusan DPA IKAL P3N XXV Lemhannas RI resmi dikukuhkan dengan Bayu Priawan Djokosoetono sebagai Ketua Umum. Pengukuhan tersebut menjadi momentum konsolidasi para alumni yang berasal dari berbagai sektor strategis, mulai dari pemerintahan, aparat keamanan, akademisi hingga dunia usaha.
Ketua Bidang Kajian Strategis dan Diskusi Publik DPA IKAL P3N Lemhannas RI Prof. Dr. Telisa Aulia Falianty menekankan pentingnya peran alumni dalam memberikan pemikiran strategis yang dapat memperkuat ketahanan nasional. Menurutnya, alumni Lemhannas memiliki kapasitas untuk memberikan masukan berbasis kajian yang komprehensif kepada para pemangku kebijakan.
“Masukan tersebut akan didasarkan pada kajian mendalam serta diskusi publik sehingga menghasilkan analisis yang objektif, berbasis bukti (evidence-based), dan mencerminkan kondisi nyata di lapangan,” ujar Telisa, di Jakarta, Jumat, 13 Maret 2026.
Ia menilai, di tengah berbagai tantangan global seperti ketidakpastian ekonomi, dinamika geopolitik, serta perubahan sosial yang cepat, peran pemikiran strategis dari para alumni menjadi semakin penting untuk membantu pemerintah dalam merumuskan kebijakan yang tepat.
Para alumni Lemhannas yang menghimpun pemimpin dari berbagai sektor dan lembaga negara juga diharapkan mampu memberikan kontribusi nyata dalam menghadapi berbagai tantangan bangsa, baik yang berasal dari faktor eksternal maupun persoalan internal di dalam negeri.
Sementara itu, Ketua Bidang Organisasi DPA IKAL P3N XXV Lemhannas RI Irjen Pol Laksana menegaskan bahwa semangat kebersamaan harus menjadi fondasi utama dalam memperkuat bangsa. Ia menilai organisasi alumni memiliki peran strategis dalam menjaga soliditas nasional.
“Alumni Lemhannas harus mampu mendorong terwujudnya Indonesia yang lebih kuat dan bersatu. Maka program-program kerja kami arahkan untuk meningkatkan persatuan dan kesatuan,” katanya.
Hal senada disampaikan Ketua Bidang Publikasi dan Media DPA IKAL P3N XXV Lemhannas RI Laksda TNI Amrin Rosihan Hendrotomo, S.E yang menegaskan bahwa organisasi alumni tidak boleh hanya menjadi ajang seremonial semata. Menurutnya, momentum pengukuhan ini harus menjadi awal komitmen untuk membangun kolaborasi yang nyata.
“DPA IKAL P3N XXV ini bukan hanya menjadi wadah kangen-kangenan saja. Namun para pengurus harus mampu menjembatani dan menyelaraskan semua inspirasi, inovasi, dan karya positif para alumni untuk berpartisipasi, berkolaborasi, dan bersinergi dengan berbagai komponen negara dan seluruh lapisan masyarakat,” ujarnya.
Sementara itu, Ketua Bidang Sosial dan Kemasyarakatan DPA IKAL P3N XXV Lemhannas RI Dr. Hj. Kartini, S.Ag., M.Pd menegaskan bahwa alumni Lemhannas juga memiliki tanggung jawab penting dalam memperkuat kohesi sosial di tengah masyarakat.
Ia menjelaskan bahwa alumni harus memperkuat modal sosial dengan tidak bersikap eksklusif di lingkungannya sendiri, melainkan aktif membangun jejaring yang luas di masyarakat. Selain itu, para alumni juga diharapkan mampu menjadi katalisator persatuan bangsa di tengah keberagaman yang ada.
“Kedua, menjadi katalisator persatuan bangsa di tengah berbagai perbedaan yang ada. Ketiga, mendorong sinergi antar-lembaga untuk memperkuat kerja sama dalam menghadapi berbagai tantangan nasional,” ujarnya.
Melalui berbagai peran tersebut, para alumni Lemhannas P3N XXV diharapkan dapat menjadi motor penggerak pemikiran strategis sekaligus penguat kolaborasi lintas sektor dalam menjaga ketahanan nasional dan mendorong kemajuan Indonesia di tengah dinamika global yang semakin menantang.