PLN EPI Kirim Biomassa Cangkang Sawit Melalui Jalur Laut

  • 09 Mar 2026 16:32 WIB
  •  Jakarta

RRI.CO.ID, Jakarta - PT PLN Energi Primer Indonesia (PLN EPI) mencatatkan pengiriman biomassa terbesar sepanjang program cofiring pembangkit listrik tenaga uap (PLTU). Sebanyak 6.700 ton biomassa jenis cangkang sawit dikirim menggunakan tongkang dari Berau menuju PLTU Teluk Balikpapan di Kalimantan Timur.

Pengiriman tersebut menjadi langkah penting dalam upaya PLN EPI mengejar target pasokan biomassa sebesar 3,65 juta ton sepanjang 2026. Distribusi biomassa melalui jalur laut dinilai menjadi strategi efektif untuk mempercepat pasokan bahan bakar ramah lingkungan ke berbagai pembangkit listrik di Indonesia.

Direktur Biomassa PT PLN EPI Hokkop Situngkir mengatakan pengiriman tersebut merupakan capaian terbesar dalam satu kali pengangkutan biomassa menggunakan tongkang. “Ini adalah pengiriman terbesar. Sekali kirim 6.700 ton biomassa. Saya harap ini menjadi awal yang baik untuk mencapai target 3,65 juta ton di 2026 ini,” ujar Hokkop, di Jakarta, Senin, 9 Maret 2026.

Ia menjelaskan, cangkang sawit merupakan salah satu jenis biomassa premium yang memiliki kandungan kalori cukup tinggi, bahkan mendekati batu bara. Dengan kualitas tersebut, penggunaan biomassa dalam skema cofiring di PLTU diyakini dapat meningkat secara signifikan.

Menurut Hokkop, penggunaan tongkang sebagai moda transportasi juga menjadi solusi logistik yang tepat bagi Indonesia yang memiliki karakteristik negara kepulauan. Sebagian besar PLTU milik PLN berada di wilayah pesisir dan memiliki fasilitas jetty sehingga mudah diakses melalui jalur laut.

Selain itu, kapasitas angkut melalui laut jauh lebih besar dibandingkan transportasi darat. Hal tersebut memungkinkan pengiriman biomassa dalam volume besar sekaligus menekan biaya distribusi.

Ia menambahkan, sumber bahan baku biomassa di Indonesia tersebar tidak merata di setiap pulau. Kalimantan misalnya memiliki ketersediaan cangkang sawit melimpah, sementara daerah lain tidak memiliki sumber yang sama.

Karena itu, distribusi biomassa antarpulau melalui transportasi laut menjadi solusi untuk memastikan pasokan bahan bakar cofiring di berbagai PLTU tetap terjaga.

“Bukan tidak mungkin ke depan cangkang sawit dari Kalimantan dikirim ke PLTU di Sulawesi. Sebelumnya, sawdust dari Sulawesi juga pernah dikirim ke PLTU Tuban di Jawa Timur,” kata Hokkop.

Keberhasilan pengiriman biomassa dalam jumlah besar ini membuat PLN EPI semakin optimistis dapat memenuhi target pasokan biomassa pada 2026 yang meningkat signifikan dibandingkan tahun sebelumnya.

“Salah satunya sekarang ini. Pengiriman biomassa cangkang sawit menggunakan tongkang membuat saya makin optimistis target 3,65 juta ton bisa dicapai,” kata Hokkop.

Kata Kunci / Tags

Rekomendasi Berita