Benua Australia Terus Bergerak Mendekati Asia Tenggara

  • 09 Feb 2026 09:11 WIB
  •  Jakarta

RRI.CO.ID, Jakarta - Benua Australia ternyata tidak sepenuhnya diam. Menurut laporan yang dikutip dari MSN.com, Senin, 9 Februari 2026, Australia bergerak ke arah utara sekitar 7 centimeter setiap tahun, menjadikannya sebagai benua dengan pergerakan tercepat di Bumi. Angka ini sering dianalogikan dengan kecepatan pertumbuhan kuku manusia, tetapi dalam skala yang jauh lebih masif: satu benua utuh yang terus bergeser melintasi planet.

Pergerakan ini disebabkan oleh posisi Australia yang berada di atas Lempeng Tektonik Indo-Australia. Lempeng ini bergerak ke arah timur laut dengan kecepatan yang jauh melampaui pergerakan benua lain. Sebagai perbandingan, Amerika Utara hanya bergerak sekitar 2,5 sentimeter per tahun, sementara Afrika dan Antartika bergerak pada kisaran 1,5 hingga 2,5 sentimeter per tahun. Data pembanding ini juga dijelaskan dalam laporan sains yang dikaji oleh IFLScience, yang menempatkan Australia sebagai benua paling “aktif” secara horizontal.

Meski terlihat kecil, akumulasi pergerakan ini menimbulkan dampak nyata. Masih merujuk pada laporan MSN.com, antara tahun 1994 hingga 2017, Australia telah bergeser sekitar 1,6 meter ke arah timur laut. Pergeseran ini menimbulkan masalah serius pada sistem pemetaan dan navigasi karena koordinat geografis nasional Australia belum diperbarui selama lebih dari dua dekade.

Akibatnya, pada 1 Januari 2017, pemerintah Australia secara resmi melakukan penyesuaian sistem koordinat nasional. Seluruh referensi GPS negara tersebut digeser sekitar 1,8 meter ke utara agar kembali selaras dengan sistem navigasi global. Informasi ini juga dikonfirmasi oleh Geoscience Australia, yang menjelaskan bahwa penyesuaian tersebut sengaja dibuat sedikit “lebih maju” agar tetap akurat hingga beberapa tahun ke depan.

Dampak pergeseran benua ini sangat relevan bagi teknologi modern. Sistem navigasi kendaraan, pemetaan presisi pertanian, hingga layanan berbasis lokasi sangat bergantung pada akurasi koordinat. Forum Ekonomi Dunia (World Economic Forum) bahkan mencatat bahwa tanpa pembaruan koordinat, kesalahan posisi dapat terus membesar dan berpotensi menimbulkan masalah serius di masa depan.

Dalam skala waktu geologis yang jauh lebih panjang, para ilmuwan memperkirakan bahwa jika pergerakan ini terus berlangsung, Australia suatu hari akan semakin mendekati Asia Tenggara dan berpotensi bertabrakan secara tektonik. Namun, sebagaimana ditekankan oleh MSN.com, proses ini membutuhkan waktu ratusan juta tahun, jauh melampaui rentang kehidupan manusia.

Pergerakan Australia menjadi pengingat bahwa peta dunia yang kita kenal sebenarnya adalah potret sesaat dari sebuah planet yang terus berubah. Bumi tidak pernah benar-benar diam; ia bergerak perlahan, konsisten, dan tanpa henti, bahkan ketika kita tidak merasakannya sama sekali.

Rekomendasi Berita