Pertama Kali, Markas Besar ASEAN Gelar Perayaan Imlek

  • 08 Feb 2026 16:33 WIB
  •  Jakarta

RRI.CO.ID, Jakarta : Untuk pertama kalinya, perayaan kebudayaan tahun baru Imlek digelar di Markas Besar ASEAN, Kamis, 5 Februari 2026. Dengan penuh sukacita, kegiatan berupa karnaval bertema “Kuda Menyambut Musim Semi, Berkah Memenuhi ASEAN” dihadiri lebih dari 250 orang tamu kehormatan.

Dengan dukungan dari Misi Republik Rakyat Tiongkok untuk ASEAN, Perwakilan Tetap Malaysia ke ASEAN dan Sekretariat ASEAN, kegiatan ini diselenggarakan oleh Kantor Penerangan Pemerintah Rakyat Daerah Otonom Etnis Zhuang Guangxi, Departemen Kebudayaan dan Pariwisata Daerah Otonom Etnis Zhuang Guangxi, serta diorganisasi bersama oleh Berita Harian Guangxi (Pusat Komunikasi Internasional), Stasiun Radio dan Televisi Guangxi, Grup Pengembangan Pariwisata Guangxi, Grup Industri Budaya Guangxi.

Sekretaris Jenderal ASEAN Yang Mulia, Kao Kim Hourn dalam sambutan videonya menyampaikan bahwa seiring berjalannya waktu, Tahun Baru Imlek telah berevolusi menjadi perayaan global. Pada tahun 2024, Tahun Baru Imlek terdaftar dalam Warisan Budaya Takbenda Kemanusiaan UNESCO, yang menunjukkan kekayaan makna dari warisan kemanusiaan yang berharga ini.

Di ASEAN, banyak negara anggota merayakan Tahun Baru Imlek, yang mengingatkan kita adanya ikatan emosional yang mendalam yang melampaui batas-batas nasional. ASEAN juga akan terus berkomitmen untuk memupuk komunitas yang bangga akan identitasnya sendiri, secara aktif mengambil tanggung jawab untuk melindungi, mewariskan, dan menciptakan seni, budaya, dan tradisi, serta mempromosikan pengembangan industri kreatif budaya.

“Dalam menyambut Tahun Kuda, kami berharap semua dapat merangkul keanggunan, vitalitas, dan daya dorong maju yang diwakili oleh kuda, penuh harapan, ketahanan, dan persatuan, untuk bersama-sama melangkah menuju tahun baru,” ujar Kao Kim Hourn dalam keterangan resminya, Minggu, 8 Februari 2026.

Pada kesempatan yang sama, Duta Besar Republik Rakyat Tiongkok untuk ASEAN, Yang Muliah Wang Qing mengatakan, Tahun Baru Imlek melambangkan reunifikasi keluarga, kegembiraan, dan harmoni. Merayakan Tahun Baru Imlek bersama merupakan contoh nyata dari kedekatan hati rakyat, perpaduan peradaban, serta koeksistensi harmonis antara Tiongkok dan ASEAN.

Semakin eratnya Komunitas Senasib Tiongkok-ASEAN, memancarkan vitalitas yang kuat, dan telah menjadi teladan dalam membangun Komunitas Senasib Sepenanggungan Umat Manusia. Beliau secara khusus menyebutkan bahwa Guangxi merupakan “titik penghubung dan “titik persimpangan” yang penting dalam pertukaran dan kerja sama persahabatan Tiongkok-ASEAN, serta memainkan peran “gerbang + mesin penggerak” dalam Kemitraan Strategis Komprehensif Tiongkok-ASEAN.

“Di tahun baru ini, dengan tulus semoga kerja sama persahabatan Tiongkok-ASEAN bagaikan kawanan kuda yang berlari kencang, tak terbendung,” kata Wang Qing saat acara yang bertepatan dengan peringatan ke-35 Tahun Hubungan Dialog Tiongkok-ASEAN, dan tahun ke-5 Kemitraan Strategis Komprehensif Tiongkok-ASEAN.

Yang Mulia, Sarah, Duta Besar Perwakilan Malaysia ke ASEAN menjelaskan bahwa sebagai Negara Koodinator Kemitraan Strategis Komprehensif ASEAN-Tiongkok, Malaysia merasa beruntung dapat menyaksikan dan mendorong hubungan kemitraan ASEAN-Tiongkok yang berkembang dengan pesat. Perayaan budaya seperti Karnaval Tahun Baru Imlek hari ini dengan jelas mencerminkan bahwa hubungan kemitraan kita jauh melampaui perjanjian perdagangan dan protokol diplomatik.

“ASEAN dan Tiongkok memiliki hubungan yang mendalam, matang dan tangguh, yang akan terus-menerus berkembang dan menguat berdasarkan fondasi kokoh saling menghormati, kepentingan bersama, serta visi bersama untuk perdamaian, stabilitas dan kemakmuran regional,” ucapnya.

Sementara itu, Direktur Kantor Penerangan Pemerintah Rakyat Daerah Otonom Etnis Zhuang Guangxi, Tiongkok, Yang Mulia Li Pan, mengaku senang dapat menyelenggarakan kegiatan ini di Sekretariat ASEAN.

Sebagai lokasi tetap pameran Expo Tiongkok-ASEAN (CAEXPO), Guangxi merupakan panggung penting bagi kerja sama ekonomi, perdagangan, dan pertukaran humaniora antara Tiongkok dan ASEAN, yang sedang bersama negara-negara ASEAN membangun jalur perkembangan kecerdasan buatan dengan pola “Penelitian dan Perkembangan di Beijing-Shanghai-Guangzhou + Integrasi di Guangxi + Penerapan di ASEAN”, serta secara aktif membentuk rantai perdagangan baru “Diproduksi di ASEAN + Didistribusikan di Guangxi + Dipasarkan laris di Tiongkok”.

“Tahun 2026, Guangxi akan bersama segenap golongan masyarakat ASEAN mengibarkan cambuk dan memacu kuda untuk mengerahkan tenaga dan maju bersama, agar persahabatan bertetangga antara Tiongkok dan ASEAN semakin kokoh seiring berjalannya waktu,” ujarnya.

Rekomendasi Berita