Belajar Lintas Negara, Mengabdi Lewat Aksi Nyata
- 01 Feb 2026 07:16 WIB
- Jakarta
RRI.CO.ID, Jakarta- Empat pemuda yang menempuh pendidikan secara homeschooling mengikuti program pertukaran pelajar internasional di Thailand Selatan. Mereka adalah siswa SMA kelas XI PKBM Madani Lifeschool yang berangkat pada 7 Januari lalu dengan menempuh perjalanan darat dari Singapura menuju Thailand. Program Students Exchange ini berlangsung selama empat pekan dan dipusatkan di Darul Hikmah School, Provinsi Narathiwat, Thailand Selatan.

Faza mengajarkan tentang berkebun. (Foto : Marshaid)
Selama mengikuti pertukaran pelajar, para siswa tidak hanya menjalani kegiatan akademik, tetapi juga terlibat aktif dalam program International Community Service (ICS). Melalui program ini, masing-masing siswa berkontribusi sesuai bakat dan keahlian yang mereka miliki, sehingga kegiatan pengabdian menjadi lebih kontekstual dan berdampak langsung bagi komunitas sekolah.
Tristan, imam muda Masjid Affiliate Bandung sekaligus content creator, menjalankan peran sebagai imam di masjid sekolah Darul Hikmah. Ia juga berbagi pengetahuan seputar dunia konten digital serta mengadakan workshop adzan bagi para siswa. “Saya belajar bahwa dakwah dan kreativitas bisa berjalan beriringan, bahkan di lintas budaya dan negara,” ujar Tristan.

Farras menjadi asisten dan staff logistik tim olahraga. (Foto : Marshaid)
Sementara itu, Faza, petani permakultur muda asal Wonosobo, mengelola kebun sekolah dengan pendekatan permakultur. Ia merancang desain kebun yang kemudian disetujui oleh Mrs. Amina Chuma selaku Kepala Sekolah Darul Hikmah. Bahkan, pihak sekolah meminta Faza untuk memperpanjang masa pengabdiannya selama dua hingga tiga bulan. “Ini pengalaman berharga karena ilmu yang saya pelajari bisa langsung diterapkan dan diterima dengan baik,” kata Faza.

Hanif sedang melayani pembeli yang merupakan santri di kantin sekolah. (Foto: Marshaid)
Dua siswa lainnya, Farras asal Malang dan Hanif asal Tegal, berkontribusi di bidang logistik dan dapur sekolah. Farras membantu tim olahraga serta pengelolaan kantin, sedangkan Hanif bertugas sebagai staf kantin dan dapur MBG sekolah. Melalui program ini, keempat siswa tidak hanya belajar tentang budaya dan pendidikan internasional, tetapi juga menumbuhkan nilai kemandirian, kepedulian, dan tanggung jawab sosial dalam skala global.