Timur Tengah Belum Kondusif, Menlu RI Tiadakan Open House Idulfitri 1447
- 15 Mar 2026 21:15 WIB
- Pusat Pemberitaan
RRI.CO.ID, Jakarta - Menlu RI Sugiono memutuskan untuk meniadakan Open House Idulfitri 1447 pada tahun ini. Open House Idul Fitri sendiri selalu menjadi tradisi Menlu RI yang biasanya digelar pada hari pertama atau kedua lebaran.
“Pak Menlu memutuskan untuk tidak mengadakan Open House untuk Idulfitri tahun ini, mempertimbangkan berbagai situasi dan kondisi yang sangat dinamis saat ini. Jadi, untuk Open House untuk Menlu sendiri tidak ada tahun ini,” kata Juru Bicara Kemlu RI Yvonne Mewengkang saat ditemui usai press briefing, Jumat, 13 Maret 2026 di Ruang Palapa, Kemlu RI, Jakarta.
Sebelumnya, Menlu Sugiono mengharapkan kebijaksanaan para pemimpin dunia agar ketegangan dapat diredakan. Hal itu disampaikan Menlu RI saat menggelar “Pejambon Iftar” Kamis, 12 Maret 2026 di Gedung Nusantara, Jakarta,
“Dan bersama-sama kita berharap, dengan kebijaksanaan para pemimpin dunia, ketegangan dapat diredakan. Serta, masa depan yang lebih baik dapat diberikan kepada kita semua,” ujar Menlu Sugiono dalam acara berbuka puasa Ramadan yang turut dihadiri anggota DPR RI, perwakilan organisasi internasional serta para duta besar negara sahabat.
Secara khusus, Menlu RI juga mendorong masyarakat dunia untuk mengedepankan semangat solidaritas dan semangat kebersamaan. Pernyataan Menlu RI itu disampaikan saat mata masyarakat dunia tengah tertuju pada perang Iran dan Israel yang didukung Amerika Serikat.
Perang tersebut turut menyebabkan situasi tegang di kawasan Timur Tengah, serta berdampak terhadap masyarakat dunia. Termasuk, para WNI yang tinggal di wilayah yang tengah berperang seperti di Iran.
Perang sempat menyebabkan dua kapal tanker milik Pertamina tertahan di Selat Hormuz. Serta, 3 Anak Buah Kapal (ABK) WNI kapal tug “Musaffah 2” tenggelam di Selat Hormuz di antara perairan Persatuan Emirat Arab (PEA) dan Oman, Jumat, 6 Maret 2026.
Pencarian terhadap ketiga ABK WNI itupun masih dilakukan oleh otoritas terkait. Sedangkan, seorang ABK WNI selamat dalam perawatan di rumah sakit Oman.
Pemerintah Indonesia turut mengeluarkan imbauan agar WNI untuk menunda perjalanan ke wilayah Timur Tengah hingga situasi kembali kondusif. Adanya perang yang memasuki pekan kedua ini, turut menjadi perhatian khusus pemerintah RI menjelang pelaksanaan ibadah haji.
Serta, Ketua Developing 8 (D-8) Indonesia memutuskan untuk menunda penyelenggaraan KTT D-8 dan rangkaiannya pada 15 April 2026 di Jakarta. Penundaan itu diambil berdasarkan situasi keamanan yang belum kondusif di kawasan Timur Tengah.
Keputusan resmi untuk menunda KTT D-8 ke- 12 itu berdasarkan berbagai masukan yang dikumpulkan dari para negara anggota. Ketua D-8 periode 2026 – 2027 Indonesia juga berkomunikasi intensif dengan Sekjen D-8 sebelum memutuskan penundaan KTT.