SBY dalam "Tokyo Conference": Hukum Internasional Sudah Diabaikan

  • 15 Mar 2026 01:06 WIB
  •  Pusat Pemberitaan

RRI.co.id: Mantan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) mengatakan: hukum internasional sudah tidak dipatuhi lagi, bahkan sudah diabakan. SBY mengatakan hal itu dalam forum "Tokyo Conference" yang digelar di Tokyo, Jepang, 10-12 Maret 2026.

Beberapa kejadian yang dinilai melanggar hukum internasional adalah serangan Israel dan AS kepada Iran dan perang Rusia dengan Ukraina. "Hukum internasional bahkan sudah diabaikan," kata SBY.

Menurut SBY kekuasaan itu perlu dikontrol. "Alat untuk mengontrol "power" adalah dengan "power" yang lainnya,” kata SBY lagi.

SBY juga menekankan bahwa dunia yang berbasis aturan menghadapi tantangan baru. Oleh karena itu SBY mengajak negara-negara di dunia kembali duduk dalam sebuah tujuan yang mengedepankan kepentingan internasional.

Hal ini sejalan dengan paparan mantan PM Jepang Fumio Kishida. Ia mengingatkan bahwa Asia adalah kawasan yang paling terpengaruh oleh kekuatan besar dan peperangan antar negara yang saat ini terjadi.

Mantan Presiden RI ke-6 itu turut menyumbang gagasan mengenai opsi Asia dalam "the Age of Power" dan penghormatan atas hukum internasional. "Bapak SBY juga menyampaikan pentingnya membangun kembali multilateralisme," kata Duta Besar Indonesia untuk Jepang Nurmala Kartini Sjahrir.

Kartini Sjahrir dàlam siaran pers KBRI Tokyo yang diterima RRI mengapresiasi kehadiran mantan presiden SBY tersebut. Tokyo Conference adalah salah satu forum strategis yang menghimpun gagasan bersama untuk menciptakan tatanan dunia dalam kerangka perdamaian.

Forum tahunan ini menghadirkan sejumlah mantan pemimpin negara, para menteri, dan pakar dari organisasi internasional. Tahun ini Tokyo Conference mengangkat tema "Rebuilding Multilateralism within the Expanding Power – Driven Order."

Selain SBY, hadir Mantan Perdana Menteri Jepang, Fumio Kishida, yang juga Kepala Penasihat Tokyo Conference; Perdana Menteri Malaysia, Anwar Ibrahim (rekaman video). Pembicara lain: Wakil Presiden Komisi Eropa, Kaja Kallas, Mantan Utusan AS untuk Ukraina, Keith Kellog; mantan Presiden Jerman, Christian Wulff; Mantan PM Italia Paolo Gentiloni.

SBY dalam paparannya mendorong kerja sama regional dan global dalam menghadapi tantangan dunia yang semakin kompleks. Ia juga menyatakan keprihatinan terjadinya banyak pelanggaran hukum internasional di tengah situasi geopolitik yang tak menentu belakangan.

Pembicara utama lainnya dalam konferensi ini berfokus pada promosi multilateralisme untuk negara-negara yang bekerja pada isu-isu perdamaian bersama. Sebelumnya dilakukan pula "Asian Leaders Roundtable" dengan tema "Asia’s Options in an “Age of Power” How to Defend and Rebuild the Rules-based Multilateral Order".

Dalam Roundtable ini SBY menjadi Co-Chair bersama mantan PM Jepang Fumio Kishida. Panelis Indonesia lainya adalah Menko Perekonomian, Airlangga Hartarto, Mantan Menkue, Sri Mulyani Indrawati dan mantan Dubes Indonesia untuk Inggris, Rizal Sukma.

Rekomendasi Berita