Menlu ASEAN Serukan Gencatan Senjata Konflik Timteng

  • 14 Mar 2026 16:10 WIB
  •  Pusat Pemberitaan

RRI.CO.ID, Manila — Para menteri luar negeri ASEAN menyerukan penghentian segera permusuhan di Timur Tengah. Seruan disampaikan dalam pernyataan bersama pada Jumat, 13 Maret 2026.

Pernyataan itu mendesak semua pihak menahan diri serta melindungi warga sipil. Infrastruktur penting di wilayah konflik juga diminta tetap dijaga.

ASEAN menegaskan pentingnya kembali ke jalur diplomasi. Diplomasi dinilai sebagai satu-satunya cara mencapai perdamaian dan stabilitas berkelanjutan.

Seruan tersebut muncul ketika konflik di Timur Tengah terus meningkat. Situasi ini berpotensi memengaruhi stabilitas kawasan dan perekonomian global.

Filipina yang menjabat ketua ASEAN menggelar pertemuan khusus menteri luar negeri. Pertemuan bertajuk Special ASEAN Foreign Ministers' Meeting digelar di Manila.

Pertemuan tersebut membahas krisis keamanan yang berkembang di Timur Tengah. Para menteri juga menilai dampak konflik terhadap stabilitas ekonomi regional.

Selain itu, pembahasan mencakup isu keamanan energi kawasan. Keselamatan warga negara ASEAN di wilayah konflik juga menjadi perhatian utama.

Pertemuan dipimpin Menteri Luar Negeri Filipina Ma. Theresa Lazaro. Ia menyampaikan keprihatinan serius ASEAN terhadap situasi di Timur Tengah.

Ia menegaskan langkah tersebut penting menjaga perdamaian dan stabilitas. “Semua pihak harus menghormati hukum internasional termasuk Piagam Perserikatan Bangsa-Bangsa,” ujar Lazaro.

Pertemuan mempertemukan menteri luar negeri seluruh negara anggota ASEAN. Mereka juga melakukan diskusi mendalam mengenai dampak konflik.

Para menteri menyoroti potensi gangguan rantai pasokan energi global. Konflik juga berisiko memicu kenaikan harga komoditas dunia.

ASEAN menegaskan pentingnya kerja sama internasional dan diplomasi. Langkah ini dinilai penting untuk mencegah eskalasi konflik lebih lanjut.

Rekomendasi Berita