Singapura Peringatkan Kenaikan Harga Listrik akibat Konflik Timteng

  • 13 Mar 2026 14:42 WIB
  •  Pusat Pemberitaan

RRI.CO.ID, Singapura — Singapura memperingatkan potensi kenaikan harga listrik dalam beberapa bulan ke depan akibat konflik yang sedang berlangsung di Timur Tengah. Konflik tersebut dinilai telah mendorong kenaikan harga minyak dan gas dunia yang berdampak pada sektor energi domestik negara tersebut.

Peringatan ini disampaikan oleh Menteri Energi serta Sains dan Teknologi Singapura, Tan See Leng, Kamis, 12 Maret 2026. Ia menjelaskan bahwa pemerintah telah menyiapkan sejumlah langkah untuk mengantisipasi kemungkinan kenaikan biaya energi.

Menurut Tan, Singapura sangat bergantung pada gas alam untuk memproduksi listrik. Sekitar 95 persen listrik negara itu dihasilkan dari gas alam yang sebagian besar diimpor dari luar negeri.

Konflik di Timur Tengah berpotensi mengganggu pasokan energgi global karena kawasan tersebut merupakan produsen abahan bakar utama dunia. Ia juga mengingatkan bahwa salah satu risiko utama adalah kemungkinan penutupan Selat Hormuz.

Jika jalur tersebut terganggu, pasokan minyak mentah dan gas alam cair (LNG) global dapat terdampak dan memicu kenaikan harga bahan bakar. Meski demikian, pemerintah Singapura menegaskan telah menyiapkan berbagai langkah untuk menjaga ketahanan energi nasional.

Sekitar setengah pasokan gas Singapura berasal dari jaringan pipa regional yang tidak terdampak konflik di Timur Tengah. Selain itu, Singapura juga mengimpor LNG dari berbagai negara agar tidak terlalu bergantung pada satu wilayah pemasok.

Pemerintah juga memiliki cadangan bahan bakar nasional berupa gas dan diesel. Cadangan ini dapat digunakan oleh perusahaan pembangkit listrik jika terjadi gangguan serius pada pasokan gas.

Otoritas energi Singapura memastikan turbin pembangkit listrik dapat beroperasi menggunakan dua jenis bahan bakar, yaitu gas dan diesel. Seluruh pembangkit listrik diuji secara berkala untuk memastikan mereka dapat beralih ke diesel apabila diperlukan.

Pemerintah juga mengimbau rumah tangga dan pelaku usaha untuk membantu mengurangi dampak kenaikan harga energi. Caranya dengan menghemat penggunaan listrik serta menggunakan peralatan yang lebih efisien energi.

Rekomendasi Berita