G7 Siap Ambil Langkah Jaga Pasokan Energi Global
- 12 Mar 2026 17:55 WIB
- Pusat Pemberitaan
RRI.CO.ID, Washington — Para menteri energi dari Group of Seven (G7) menyatakan siap mengambil semua langkah yang diperlukan. Langkah tersebut bertujuan melindungi pasokan energi global di tengah meningkatnya ketegangan di Timur Tengah, dilansir dari Anadolu.
Pernyataan tersebut disampaikan setelah para menteri melakukan koordinasi dengan International Energy Agency (IEA). Langkah ini dilakukan untuk mengantisipasi dampak konflik terhadap pasar energi dunia.
Pernyataan tersebut dirilis pada Rabu, 11 Maret 2026 setelah para menteri energi G7 menggelar pertemuan virtual pada Selasa. Mereka berdiskusi dengan kepala IEA, Fatih Birol, untuk menilai dampak krisis kawasan terhadap stabilitas pasar energi global.
Dalam komunike bersama, para menteri menyatakan mereka memantau ketat keamanan pasokan minyak dan gas serta volatilitas harga energi. Koordinasi juga terus dilakukan antara negara-negara anggota G7 dan para mitra internasional guna menjaga stabilitas pasar energi.
G7 juga menyatakan dukungan terhadap langkah-langkah proaktif untuk menghadapi potensi gangguan pasokan energi. Salah satu opsi yang dipertimbangkan adalah penggunaan cadangan minyak strategis yang dimiliki negara-negara anggota.
Sementara itu, IEA mengusulkan pelepasan cadangan minyak secara terkoordinasi sebanyak 300 juta hingga 400 juta barel. Jika rencana tersebut disetujui, langkah itu akan menjadi pelepasan minyak darurat terbesar dalam sejarah lembaga tersebut.
Para menteri energi G7 menegaskan bahwa negara-negara anggota akan meninjau secara cermat berbagai rekomendasi yang muncul dari diskusi tersebut. Mereka juga menyatakan kesiapan untuk segera bertindak jika kondisi pasar energi global semakin memburuk.