Perang Iran Picu Lonjakan Harga Bensin Global
- 12 Mar 2026 14:47 WIB
- Pusat Pemberitaan
RRI.CO.ID, Washington — Perang terhadap Iran oleh Amerika Serikat dan Israel memicu kenaikan harga bensin di berbagai negara. Setidaknya 95 negara dilaporkan mengalami kenaikan harga bahan bakar sejak konflik tersebut dimulai.
Dampak kenaikan harga energi kini mulai dirasakan oleh para pengendara dan pelaku ekonomi di seluruh dunia. Di Amerika Serikat, harga bensin meningkat sekitar 20 persen, dilansir dari Al Jazeera, Kamis, 12 Maret 2026.
Berdasarkan data dari Global Petrol Prices, sedikitnya 85 negara melaporkan kenaikan harga bensin setelah serangan awal terhadap Iran. Beberapa negara diperkirakan masih akan mengumumkan kenaikan tambahan pada April karena penyesuaian harga energi biasanya dilakukan setiap akhir bulan.
Negara-negara Asia menjadi kawasan yang paling terdampak akibat krisis energi ini. Hal tersebut disebabkan tingginya ketergantungan pada jalur distribusi energi melalui Selat Hormuz, jalur utama pengiriman minyak global.
Para ekonom memperingatkan bahwa lonjakan harga minyak tidak hanya berdampak pada biaya transportasi. Kondisi ini juga berpotensi memicu kenaikan harga pangan secara global.
Jika tren ini berlanjut, kondisi tersebut berpotensi meningkatkan risiko inflasi tinggi dan bahkan memicu resesi ekonomi di berbagai negara. Berikut merupakan 15 negara dengan kenaikan harga bensin tertinggi sejak perang Iran berdasarkan data Global Petrol Prices.
Kamboja : 67,81%
Vietnam : 49,73%
Nigeria : 35,02%
Laos : 32,94%
Kanada : 28,36%
Pakistan : 24,49%
Maladewa : 18,54%
Australia : 18,23%
Amerika Serikat : 16,55 %
Singapura : 15,69%
Puerto Riko : 13,54%
Jerman :13,3%
Guatemala : 12,9%
Seychelles : 12,89%
Siera Leoni : 12,29%