Respons Dubes Palestina soal Indonesia Bergabung di BoP
- 27 Feb 2026 23:15 WIB
- Pusat Pemberitaan
RRI.CO.ID, Jakarta - Duta Besar Palestina untuk Indonesia, Abdalfatah A.K. Alsattari memberikan respons terkait Indonesia yang bergabung di Board of Peace (BoP). Menurut Abdalfattah, rakyat Palestina khususnya di Gaza memerlukan dua hal yaitu, dihentikannya perang dan hidup dengan bermartabat.
“Rakyat saya membutuhkan air, obat-obatan, sekolah, universitas, ingin melanjutkan pendidikan, ibu ingin mencari makanan untuk memberi makan anak-anaknya, bayi-bayinya. Jika Indonesia atau negara mana pun dapat mendukung rakyat saya di Gaza dan memasuki Gaza serta memberikan bantuan kepada rakyat Gaza,” ujar Dubes Abdalfattah di sela-sela buka puasa bersama yang digelar Kedutaan Besar Palestina, Jumat, 27 Februari 2026 di Jakarta.
“Anak-anak kami membutuhkan seseorang untuk memeluk mereka, hanya untuk memeluk mereka. Jadi, jika ada pihak mana pun, negara mana pun yang ingin memasuki Gaza dan membantu rakyat saya, kami menghargai hal ini,” katanya menambahkan.
Secara khusus Abdalfattah mengungkapkan, rakyat Palestina bangga atas Indonesia yang mendukung rakyat Gaza. Ia menyebut, rakyat Gaza tidak dapat hidup dan melanjutkan perjuangan mereka di Gaza tanpa dukungan dari negara lain.
“Jadi, ini adalah dukungan besar untuk melanjutkan perjuangan kami dan tetap berada di tanah kami di Gaza. Dan rakyat saya, Anda tahu, menolak untuk meninggalkan Gaza, mereka tidak akan meninggalkan Gaza, kami akan tetap di sana,” ujar Dubes Abdalfattah yang merupakan warga asli Gaza.
Pada kesempatan itu Abdalfattah mengatakan, situasi di Gaza sangat buruk dan zionis Israel tidak henti-hentinya melakukan pembunuhan. Bahkan, menurutnya zionis telah menghancurkan lebih dari 85 persen tempat tinggal warga Gaza.
“Warga tidak memiliki kamar tidur, tidak memiliki dapur, tidak memiliki kamar mandi, tidak memiliki apa-apa, tidak memiliki kulkas, tidak memiliki TV, mereka tidak memiliki apa-apa. Tapi, percayalah, lihatlah mata anak-anak kami, Anda akan tahu bahwa rakyat Palestina di Gaza dan di Tepi Barat, mereka akan terus berjuang untuk melihat Palestina merdeka,” kata Abdalfattah penuh optimisme.
“Dan, Palestina akan merdeka, insya Allah."
Sebelumnya, Juru Bicara Kemlu RI Yvonne Mewengkang menegaskan, kehadiran Indonesia di BoP tidak dimaknai sebagai normalisasi hubungan politik dengan pihak manapun. Atau sebagai legitimasi terhadap kebijakan negara manapun.
“Keikutsertaan didasarkan pada mandat stabilisasi, perlindungan warga sipil, bantuan kemanusiaan, dan rekonstruksi Gaza di Palestina. Sesuai Resolusi Dewan Keamanan PBB 2803 (2025),” kata Yvonne dalam keterangan tertulisnya kepada RRI, Kamis, 12 Februari 2026.
Yvonne memastikan, keanggotaan negara manapun dalam BoP tidak mengubah posisi prinsip Indonesia. Menurutnya, Indonesia sejak awal menuntut penghentian kekerasan terhadap warga sipil, hingga hukum humaniter internasional yang terjadi di Gaza.
Secara khusus Yvonne mengungkapkan, Indonesia di dalam keanggotaannya di BoP akan aktif mendorong keterlibatan Otoritas Palestina. Hal itu kata dia, dilakukan salah satunya untuk memastikan seluruh proses tetap berorientasi pada kepentingan Palestina.