Gabung BoP, Menlu Ungkap Indonesia Tidak Bayar Rp16,8 Triliun

  • 21 Feb 2026 13:12 WIB
  •  Pusat Pemberitaan

RRI.CO.ID, Washington — Indonesia resmi bergabung dengan Board of Peace (BoP), Dewan Perdamaian yang dibentuk oleh Amerika Serikat. Menteri Luar Negeri Republik Indonesia Sugiono menyatakan bahwa Indonesia tidak perlu membayar iuran sebesar USD1 miliar (Rp16,8 triliun).

"Dari awal saya bilang ini yang namanya itu bukan iuran keanggotaan. Bukan syarat keanggotaan, tidak. Kita sekarang sudah anggota, tidakperlu bayar juga tidak apa-apa," ucap Sugiono pada Jumat, 20 Februari 2026 di Washington.

Presiden AS Donald Trump sebelumnya mengatakan bahwa anggota BoP yang ingin menjadi anggota permanen akan dimintai iuran sebesar US$1 miliar. Sementara itu, Indonesia, dalam hal ini tidak menjadi anggota permanen, sehingga tidak membayar iuran tersebut.

Indonesia menegaskan bahwa partisipasinya dalam perdamaian di Gaza bersifat kemanusiaan. Dalam hal ini, Indonesia memilih untuk mengirimkan pasukan penjaga perdamaian yang direncanakan sebanyak 8.000 personel.

Pasukan tersebut akan tergabung dalam International Stabilization Force (ISF) yang akan dikirim ke Gaza. Selain itu, Indonesia akan fokus pada perlindungan warga sipil, bantuan kesehatan, rekonstruksi, serta pelatihan dan penguatan kapasitas Polisi Palestina.

Selain itu, Sugiono juga mengatakan bahwa pasukan Indonesia tidak akan terlibat dalam operasi tempur. Pasukan Indonesia juga tidak akan melakukan konfrontasi langsung dengan kelompok bersenjata manapun.

Sebelumya, Board of Peace dibentuk untuk memonitor administrasi, stabilisasi, dan rehabilitasi di Gaza pascakonflik. Badan tersebut juga bertujuan untuk mempercepat perdamaian, mengawasi rekonstruksi, dan memastikan tata kelola sipil Palestina.

Rekomendasi Berita