Warga Binaan Lapas Gunungitoli PanenSayur Pokcoy
- 13 Mar 2026 08:46 WIB
- Gunung Sitoli
RRI.CO.ID, Gunungsitoli - Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIB Gunungsitoli kembali melaksanakan kegiatan panen sayur pokcoy yang dibudidayakan melalui sistem hidroponik sebagai bagian dari program pembinaan kemandirian di bidang pertanian, Kamis 12 Maret 2026.
Kegiatan ini dihadiri oleh Kepala Seksi Bimbingan Narapidana/Anak Didik (Kasi Binadik), Kepala Sub Seksi Registrasi dan Bimbingan Kemasyarakatan (Kasubsi Registrasi & Bimkemas), staf pembinaan kemandirian, serta peserta magang yang turut terlibat dalam proses pembinaan.
Panen ini menjadi salah satu bentuk nyata dari program pembinaan yang selama ini terus dilaksanakan secara konsisten di lingkungan Lapas Gunungsitoli.
Dilansir dari fanpage Lapas Gusit Nias, program budidaya hidroponik yang dijalankan oleh Lapas Gunungsitoli tidak hanya bersifat kegiatan sesaat, tetapi merupakan bagian dari pembinaan yang dilakukan secara berkelanjutan. Warga binaan dilibatkan secara aktif mulai dari tahap penyemaian, perawatan tanaman, hingga proses panen.
Melalui proses tersebut, warga binaan mendapatkan pengalaman dan keterampilan dalam teknik budidaya pertanian modern yang efektif serta memiliki nilai ekonomis. Sistem hidroponik dipilih karena mampu menghasilkan tanaman yang sehat dan produktif meskipun berada pada lahan yang terbatas.
Kegiatan panen pokcoy ini sekaligus menjadi bukti bahwa program pembinaan kemandirian di bidang pertanian yang selama ini dijalankan memberikan hasil yang nyata. Tanaman yang berhasil dipanen merupakan hasil kerja dan ketekunan warga binaan dalam merawat tanaman secara rutin dengan pendampingan dari petugas pembinaan.
Dalam kesempatan tersebut, jajaran pembinaan juga meninjau langsung perkembangan instalasi hidroponik sekaligus memberikan motivasi kepada warga binaan agar terus semangat dalam mengikuti program pembinaan yang dilaksanakan.
Melalui kegiatan ini, Lapas Kelas IIB Gunungsitoli terus berkomitmen untuk mengembangkan program pembinaan kemandirian yang berkelanjutan dan memberikan manfaat nyata bagi warga binaan. Diharapkan keterampilan yang diperoleh dari kegiatan pertanian hidroponik ini dapat menjadi bekal berharga bagi warga binaan ketika kembali ke tengah masyarakat.
Dengan demikian, proses pembinaan yang dilakukan tidak hanya memberikan aktivitas positif selama menjalani masa pidana, tetapi juga mempersiapkan warga binaan agar mampu hidup mandiri dan produktif di masa depan.
Page break