SPBU Ini Melarang Pembelian BBM Pertalite Menggunakan Jerigen

  • 12 Mar 2026 12:01 WIB
  •  Gunung Sitoli

RRI.CO.ID, Gunungsitoli – Suaranya lirih saat meminta petugas SPBU untuk mengisi jeregen yang diletakkan di depan sepeda motor yang dikendarainya. Pemandangan ini terjadi di SPBU di jalan Diponegoro pagi tadi, Kamis 12 Maret 2026.

Pria paruh baya ini membungkus jeregen tersebut dalam sebuah kresek berwarna merah dan meminta petugas mengisinya, sambal membuka jok dan membuka tutup tangki motornya.

Sayang sekali petugas SPBU berinisial ML ini tidak bisa meluluskan permintaan pria ini dan menunjukkan sebuah selebaran yang ditempelkan di tiang di samping dispenser BBM. Pada kertas putih tersebut bertuliskan “Tidak melayani pengisian BBM dengan menggunakan jerigen dengan alasan apapun”.

Sang pria tampaknya tidak puas dan berusaha merayu agar petugas mengisi jeregennya, namun si petugas menggeleng dan tetap berkeras tidak bisa melayani permintaan tersebut.

“Tidak bisa Pak, ini sudah ada pengumumannya, kami tidak melayani pengisian di jeregen,” ucap ML dalam bahasa daerah Nias.

Akhirnya dengan raut kecewa pria tersebut akhirnya tetap mengisi tangki motornya dengan BBM Pertalite bernilai Rp15 ribu dan berlalu meninggalkan SPBU.

ML saat diwawancara rri.co.id mengatakan sejak kemarin SPBU ini sudah tidak melayani pembelian dengan jerigen.

“Capek kami kak, ga berhenti-henti nanti,” katanya.

Kebijakan yang diambil SPBU ini tampaknya mampu mengurangi antrian kendaraan di SPBU, sejak 2 hari ini antrian kendaraan di sejumlah SPBU tampaknya mulai normal kembali dan tidak mengular sampai ke jalan raya.

Apalagi sebuah spanduk himbauan dipasang di area SPBU yang menyatakan Stock BBM aman dan tersedia selama Ramadhan dan diimbau kepada masyarakat untuk membeli BBM sesuai kebutuhan.

“Baguslah kalau kaya gini caranya, selama ini kan yang bikin antrian panjang itu adalah warga yang bawa-bawa jerigen, padahal mereka juga beli untuk dijual kembali dengan harga tinggi, ga bisa lah kayak gitu, masa hanya isi 2 liter saja kita harus antri 1 jam, mana panas lagi, syukurlah kalau SPBU nya sudah tegas,” ucap salah seorang warga yang sedang mengantri.

Page break

Rekomendasi Berita