Pawai Obor dan Festival Kolak Ubi Semarakkan Nuzulul Qur’an

  • 09 Mar 2026 08:11 WIB
  •  Gorontalo

RRI.CO.ID, Gorontalo – Peringatan malam Nuzulul Qur’an di Kelurahan Molosipat W, Kecamatan Kota Barat, Kota Gorontalo berlangsung semarak, Minggu 8 Maret 2026 malam. Ratusan warga dan pemuda memadati ruas jalan untuk mengikuti Pawai Obor yang dipadukan dengan Festival Kolak Ubi.

Kegiatan yang digagas Remaja Muda Molosipat W tersebut menjadi tradisi tahunan masyarakat setempat dalam menyemarakkan bulan Ramadan. Cahaya obor yang menyala sepanjang jalan menciptakan suasana religius sekaligus meriah di tengah antusiasme warga.

Masyarakat yang hadir tidak hanya menyaksikan pawai, tetapi juga menikmati sajian kolak ubi yang dibagikan secara gratis oleh panitia dan warga setempat.

Ketua Panitia Pelaksana, Guntur Wantu, mengatakan kegiatan tersebut kini telah memasuki tahun kelima pelaksanaannya dan terus mendapat dukungan masyarakat.

Menurutnya, pada tahun ini pawai obor diikuti berbagai elemen masyarakat, mulai dari majelis taklim, santri TPQ se-Kecamatan Kota Barat, pelajar tingkat SD dan SMP, hingga kelompok remaja dari sejumlah wilayah di Kota Barat.

Ia menjelaskan, kegiatan tersebut bertujuan menumbuhkan kembali semangat religius sekaligus memperkenalkan nilai-nilai tradisi kepada generasi muda.

“Tujuan utama kami adalah membangun kembali budaya yang memberikan dampak positif bagi generasi muda. Pawai obor ini adalah simbol napak tilas kaum muslim terdahulu yang berbondong-bondong menuju masjid di tengah kegelapan menggunakan obor untuk menyambut cahaya Al-Qur'an,” ungkap Guntur.

Selain pawai obor, Festival Kolak Ubi menjadi daya tarik utama kegiatan tersebut. Panitia menyiapkan sebanyak 2.026 cup kolak ubi yang dibagikan secara gratis kepada masyarakat.

Jumlah tersebut disesuaikan dengan angka tahun pelaksanaan kegiatan sebagai simbol kebersamaan dan tradisi berbagi di bulan Ramadan.

“Logistik kolak ubi ini murni berasal dari antusiasme warga Molosipat W. Semua berhak menyediakan dan siapa pun yang lewat dipersilakan mengambil di titik-titik pos yang telah kami sediakan di sepanjang jalan,” tambahnya.

Kegiatan tersebut juga mendapat perhatian dari Pemerintah Kota Gorontalo. Sebelumnya, panitia telah melakukan audiensi dengan Wakil Wali Kota Gorontalo, Indra Gobel, yang memberikan dukungan terhadap inisiatif pemuda dalam menghidupkan tradisi keagamaan di tengah masyarakat.

Guntur berharap Pawai Obor dan Festival Kolak Ubi dapat terus dilaksanakan setiap tahun serta berkembang menjadi agenda budaya dan religi yang lebih besar di Kota Gorontalo.

“Harapan kami, ke depan festival ini bisa lebih masif dan melibatkan lebih banyak peserta. Kami ingin menunjukkan bahwa kolaborasi antara tradisi, semangat berbagi, dan syiar agama bisa menjadi kekuatan besar bagi pembangunan karakter anak muda di daerah kita,” pungkasnya.

Rekomendasi Berita