Sasi Adat Dibuka, Seismik bp Indonesia di Arguni Dilanjutkan

  • 11 Mar 2026 02:54 WIB
  •  Fak Fak

RRI.CO.ID, Fakfak - Aktivitas eksplorasi seismik oleh bp Indonesia di perairan Arguni, Kabupaten Fakfak, kini dapat kembali dilanjutkan. Hal ini menyusul dibukanya sasi adat (kera-kera) oleh masyarakat petuanan Arguni melalui prosesi adat yang berlangsung di kediaman Raja Arguni, Hanafi Pauspaus, di Kampung Taver, Distrik Arguni, Selasa 10 Maret 2026.

Prosesi pembukaan sasi adat yang sebelumnya menghalangi kegiatan seismik tersebut dihadiri langsung oleh Bupati Fakfak Samaun Dahlan, Wakil Bupati Donatus Nimbitkendik, unsur Forkopimda, para Asisten Sekda, Kepala OPD, Staf Khusus Bupati, serta tokoh adat dan masyarakat setempat.

Pembukaan sasi ditandai dengan penandatanganan berita acara oleh perwakilan tokoh masyarakat, tokoh adat, pemuda, dan perempuan bersama Pemerintah Kabupaten Fakfak sebagai bentuk kesepakatan bersama untuk membuka kembali akses kegiatan eksplorasi seismik di perairan Arguni.

Prosesi adat pembukaan sasi kera-kera berlangsung di kediaman Raja Arguni.

Dalam prosesi tersebut, masyarakat petuanan Arguni juga menyampaikan sejumlah syarat kepada bp Indonesia terkait keberlanjutan operasional. Salah satunya adalah pembayaran kompensasi sebesar Rp2 miliar kepada nelayan yang terdampak langsung oleh kegiatan seismik di wilayah tersebut.

Selain itu, masyarakat juga meminta agar Koperasi Enenem Jaya yang berada di Arguni dapat kembali dioperasikan, sehingga hasil tangkapan nelayan di wilayah Arguni dapat disalurkan kembali ke LNG Tangguh.

Bupati Fakfak, Samaun Dahlan, mengatakan pembukaan sasi adat tersebut menjadi langkah penting untuk memastikan kelanjutan kegiatan eksplorasi migas yang memiliki dampak strategis bagi daerah maupun nasional.

"Eksplorasi seismik ini sangat penting untuk menemukan cadangan baru guna menambah kapasitas lapangan Ubadari. Targetnya pada tahun 2028 produksi sudah bisa berjalan sesuai rencana." ucap Bupati.

Menurut Bupati, saat ini cadangan migas di wilayah Arguni diperkirakan tersisa sekitar 1,3 TCF sehingga kegiatan eksplorasi sangat diperlukan untuk menemukan potensi cadangan baru yang dapat memperkuat produksi energi nasional.

"Hasil pembukaan sasi ini akan segera kami laporkan kepada SKK Migas dan bp Indonesia, sehingga kapal seismik dapat kembali beroperasi di perairan Arguni." tambah Bupati Samaun Dahlan.

Pemerintah Kabupaten Fakfak berharap seluruh masyarakat Distrik Arguni dan Kabupaten Fakfak dapat memberikan dukungan terhadap investasi migas tersebut, karena diyakini akan memberikan dampak positif jangka panjang bagi daerah, seperti peningkatan Dana Bagi Hasil (DBH) migas, penyerapan tenaga kerja lokal, serta mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat di Fakfak.

Rekomendasi Berita