Presiden Tinjau Langsung Penanganan Bencana di Sumbar
- 20 Des 2025 18:42 WIB
- Fak Fak
KBRN, Fakfak : Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto bersama Kepala Badan Intelijen Negara (BIN) dan jajaran Kabinet Indonesia Maju meninjau langsung penanganan bencana banjir dan longsor di Provinsi Sumatera Barat. Kunjungan ini dilakukan untuk memastikan seluruh upaya penanggulangan bencana berjalan cepat, terkoordinasi, dan tepat sasaran.
Presiden tiba di Bandar Udara Internasional Minangkabau, Kabupaten Padang Pariaman, Rabu (17/12/2025) pukul 18.30 WIB. Setibanya di Sumatera Barat, Presiden langsung menggelar rapat terbatas secara tertutup di Markas Komando Daerah Militer (Kodam) Sumatera Barat guna mengevaluasi penanganan bencana serta mempercepat pemulihan hunian dan infrastruktur di wilayah terdampak.
Rapat terbatas tersebut dihadiri sejumlah pejabat tinggi negara, di antaranya Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin, Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian, Menteri ESDM Bahlil Lahadalia, Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi, Kepala BIN M. Herindra, Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya, Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto, Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo, serta para Kepala Staf Angkatan.
Kunjungan ini merupakan kunjungan kedua Presiden ke Sumatera Barat dalam dua pekan terakhir, setelah sebelumnya meninjau wilayah terdampak bencana di Aceh dan Sumatera Utara. Dalam agenda peninjauan lapangan, Presiden dijadwalkan mengunjungi tiga kabupaten terdampak, yakni Kabupaten Agam, Kabupaten Padang Pariaman, dan Kabupaten Tanah Datar.
Pada Kamis (18/12/2025), Presiden meninjau Posko Pengungsi di SDN 05 Kayu Pasak Palembayan, Kabupaten Agam. Berdasarkan data di lapangan, tercatat sebanyak 271 jiwa dari 85 kepala keluarga masih bertahan di lokasi pengungsian akibat bencana.
Presiden juga meninjau progres pembangunan hunian sementara atau huntara yang telah mulai dilaksanakan. Pemerintah merencanakan pembangunan sebanyak 100 unit huntara di sekitar lokasi terdampak sebagai solusi jangka pendek, sebelum dilanjutkan dengan pembangunan hunian tetap pada tahap rehabilitasi dan rekonstruksi.
Selain itu, Presiden memastikan percepatan pemulihan infrastruktur vital, termasuk pembangunan Jembatan Bailey di Padang Mantuang, Kabupaten Padang Pariaman. Jembatan darurat tersebut dibangun untuk menggantikan jembatan utama yang rusak akibat bencana, sekaligus memulihkan konektivitas antarwilayah dan memperlancar distribusi logistik.
Pemerintah juga menargetkan percepatan perbaikan akses jalan dan infrastruktur pendukung lainnya guna menjamin kelancaran bantuan kemanusiaan serta pemulihan aktivitas sosial dan ekonomi masyarakat terdampak bencana.