GMKI Sumut: Penanganan Banjir Bukti Negara Hadir Sejak Awal

  • 19 Des 2025 19:07 WIB
  •  Fak Fak

KBRN, Fakfak : Ketua Gerakan Mahasiswa Kristen Indonesia (GMKI) Sumatera Utara sekaligus Koordinator Wilayah I Sumatera Utara–Nanggroe Aceh Darussalam (Sumut–NAD), Chrisye Sitorus, menilai penanganan banjir dan longsor di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat menunjukkan kehadiran negara secara nyata sejak fase awal bencana.

Chrisye mengatakan, pemerintah bergerak cepat begitu bencana terjadi, mulai dari pembukaan akses ke wilayah terdampak dengan alat berat, pendirian posko penanganan, hingga pemulihan jaringan listrik, komunikasi, dan jalur distribusi logistik.

“Dalam situasi bencana, pertanyaan paling mendasar adalah apakah negara hadir atau tidak. Berdasarkan data dan kondisi di lapangan, jawabannya jelas—negara hadir,” ujar Chrisye dalam keterangannya, Rabu.

Ia menambahkan, kehadiran negara paling konkret terlihat dari pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat, khususnya pangan. Pemerintah menyalurkan bantuan pangan dengan total nilai Rp1,249 triliun, terdiri atas lebih dari 44 ribu ton beras dan lebih dari 4 juta liter minyak goreng untuk masyarakat terdampak di wilayah Sumatera.

“Ini bukan angka simbolik, melainkan logistik nyata yang dirasakan langsung oleh masyarakat. Artinya, tidak ada warga yang dibiarkan kelaparan di tengah bencana,” tegasnya.

Sebagai perwakilan pemuda di wilayah terdampak, Chrisye juga mengapresiasi kepemimpinan pemerintah pusat dalam memastikan koordinasi lintas lembaga berjalan efektif, mulai dari BNPB, TNI–Polri, kementerian teknis, hingga pemerintah daerah.

Menurutnya, kebijakan penyaluran dana operasional darurat langsung ke daerah merupakan langkah tepat untuk mempercepat respons penanganan tanpa terhambat birokrasi.

Chrisye menegaskan, pemerintah juga telah menyiapkan tahapan rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana, termasuk pembangunan hunian bagi warga terdampak agar tidak berlarut-larut tinggal di pengungsian.

“Kita tentu berharap penanganan terus disempurnakan. Namun jika berbicara tentang kehadiran negara, datanya terang: pemerintah hadir, bekerja, dan bergerak dengan skala serta sumber daya yang nyata,” pungkasnya.

Rekomendasi Berita