BNNK Sanggau Libatkan Guru dan Pelajar Cegah Narkoba
- 12 Mar 2026 17:22 WIB
- Entikong
RRI.CO.ID, Entikong – Badan Narkotika Nasional Kabupaten (BNNK) Sanggau melibatkan tenaga kependidikan di Kecamatan Entikong dalam kegiatan pembentukan penggiat pencegahan narkoba di lingkungan sekolah. Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya memperkuat pencegahan penyalahgunaan narkotika di wilayah perbatasan.
Penyuluh Narkoba BNNK Sanggau, Teddy Erlangga Pratama mengatakan, kegiatan ini menyasar tenaga kependidikan agar mampu menjadi penggiat pencegahan di sekolah. Ia menegaskan, guru memiliki peran strategis dalam membangun kesadaran pelajar terhadap bahaya narkotika.
“Kegiatan ini sesuai arahan dari BNN RI yaitu, penggiat guru karena di BNN itu sendiri menggaungkan ANANDA (Aksi Nasional Anti Narkoba dimulai dari anak). Maka kegiatan hari ini yang diundang tenaga kependidikan di Kecamatan Entikong yang tujuannya adalah Bapak/Ibu guru yang telah dilatih menjadi perpanjangan tangan BNN di tingkat sekolah-sekolah,” ujar Teddy di Entikong, Kamis 12 Maret 2026.
Selain kegiatan bagi guru, dikatakan, BNNK Sanggau juga melaksanakan rangkaian program di wilayah perbatasan Entikong dan Sekayam. Kegiatan tersebut berlangsung selama lima hari berturut-turut dengan berbagai bentuk pemberdayaan masyarakat.
“Pertama kita lakukan sosialisasi, kemudian kami melakukan kegiatan pemberdayaan alternatif di Desa Bungkang dan di Kecamatan Entikong kegiatan untuk pendayagunaan masyarakat membentuk penggiat P4GN serta kegiatan pendidikan narkotika bagi siswa setingkat SMP,” kata Teddy.
Selain itu, pelajar tingkat SMP juga dilatih menjadi penggiat anti narkoba di kalangan sebaya. Pendekatan ini diharapkan mampu memperkuat upaya pencegahan melalui edukasi yang dilakukan antar pelajar.
Teddy menambahkan, generasi muda memiliki peran penting dalam mewujudkan cita-cita Indonesia Emas 2045. Oleh karena itu, pembinaan dan penguatan karakter pelajar perlu dilakukan sejak dini.
“Pelajar itu adalah jembatan generasi emas bagi suatu bangsa ketika pelajarnya cenderung tidak baik maka lahirlah generasi yang tidak baik di masa mendatang dengan itu demi mensukseskan Indonesia Emas tahun 2045 maka agen-agen daripada pendewasaan di tahun itu adalah remaja-remaja anak-anak di masa ini,” ucapnya.