Imigrasi Entikong Gagalkan Pengiriman 16 WNI ke Malaysia
- 12 Mar 2026 19:21 WIB
- Entikong
RRI.CO.ID, Entikong – Petugas Imigrasi Entikong menggagalkan pengiriman 16 Calon Pekerja Migran Indonesia (CPMI) nonprosedural saat hendak melintas melalui jalur tidak resmi di perbatasan Indonesia–Malaysia. Mereka dicegat saat mencoba melintasi Pos Lintas Batas Tradisional Segumon di Kecamatan Sekayam tanpa melalui pemeriksaan Imigrasi.
Kepala Kantor Imigrasi Entikong, Fitra Izharry mengungkapkan, belasan WNI tersebut sebelumnya diamankan oleh Satgas RI–Malaysia bersama Petugas Imigrasi di Pos Pamtas Segumon karena berupaya melintas tanpa dokumen pemeriksaan resmi. Selanjutnya mereka diserahkan kepada petugas Kantor Imigrasi Kelas II TPI Entikong untuk penanganan lebih lanjut.
“Petugas kita di Pos Segumon mendapatkan laporan adanya pergerakan orang yang diduga akan berangkat ke Malysia melalui jalur tidak resmi, sehingga dilakukan pencegahan,” kata Fitra, Kamis 12 Maret 2026.
Menindaklanjuti laporan tersebut, kata Fitra, Seksi Intelijen dan Penindakan Keimigrasian Imigrasi Entikong melakukan penjemputan serta proses serahterima dari Satgas perbatasan. Para WNI ini kemudian dibawa ke Kantor Imigrasi untuk menjalani pemeriksaan dan pembuatan Berita Acara Pemeriksaan (BAP).

“Hasil pemeriksaan kita diketahui empat orang diantaranya memiliki paspor, tujuh orang memiliki permit, dan sebelas orang memiliki KTP. Selain itu, delapan orang menggunakan sepeda motor sebagai sarana transportasi, terdiri dari enam kendaraan bernomor polisi Malaysia dan dua Indonesia,” terangnya.
Dikatakannya, petugas juga mengungkap bahwa para WNI tersebut akan bekerja pada perusahaan yang sama di Malaysia. Mereka melintas melalui jalur tradisional dengan berbagai alasan, di antaranya pulang kampung saat cuti dan mengantar keluarga.
"Terhadap para CPMI tersebut, Imigrasi Entikong melakukan pendataan menyeluruh terhadap identitas serta keterangan para WNI tersebut. Data yang diperoleh kemudian dimasukkan dalam daftar Subject of Interest (SOI) sebagai bagian dari pengawasan keimigrasian," ucapnya.