KJRI Kuching Dorong Ekspor Indonesia Melalui PLBN Badau

  • 09 Mar 2026 19:37 WIB
  •  Entikong

RRI.CO.ID, Entikong - Pos Lintas Batas Negara (PLBN) Badau di Kabupaten Kapuas Hulu, Kalimantan Barat memiliki potensial menjadi gerbang perdagangan lintas negara antara Indonesia dan Malaysia. Selain menjadi jalur perlintasan masyarakat perbatasan, kawasan ini mulai berkembang sebagai pintu ekspor berbagai komoditas unggulan daerah.

Konsul Jenderal Republik Indonesia di Kuching, Abdullah Zulkifli menegaskan, PLBN Badau perlu terus diperkuat untuk mendukung aktivitas ekspor. Dikatakan, penguatan itu penting agar potensi komoditas daerah dapat terserap lebih luas di pasar negara tetangga.

“Hasil kunjungan kita ke PLBN Badau, dari sisi ekspor ternyata sangat bagus, seperti ikan dan bungkil kelapa sawit. Ini perlu terus kita dorong agar semakin berkembang,” ungkap Abdullah Zulkifli di PLBN Badau, Senin 9 Maret 2026.

Konjen RI-Kuching, Abdullah Zulkifli meninjau pabrik pengolahan bungkil kelapa sawit di Badau, Senin 9 Maret 2026. (Foto: RRI/Rangga).

Melalui perwakilan RI di Malaysia, ucap dia, KJRI Kuching berkomitmen membantu mempertemukan pelaku usaha Indonesia dengan importir Malaysia. Upaya ini diharapkan mempermudah proses perdagangan produk Indonesia yang dikirim melalui jalur perbatasan.

"Satu hal yang menjadi catatan kami dari kunjungan ke PLBN Badau, yakni pentingnya optimalisasi jalur perbatasan sebagai pintu perdagangan lintas negara," ujarnya.

Dia menyampaikan, KJRI Kuching juga siap membuka peluang pemasaran bagi produk Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) dari Kapuas Hulu. Produk kerajinan masyarakat perbatasan, menurutnya, memiliki nilai jual dan potensi pasar di Malaysia.

"Kita harap dapat memperkuat posisi PLBN Badau sebagai simpul ekonomi baru di kawasan perbatasan. Dengan optimalisasi ekspor dan promosi produk lokal, perbatasan tidak hanya menjadi batas wilayah, tetapi juga penggerak ekonomi masyarakat," ucapnya.

Rekomendasi Berita