Warga Pelosok Entikong Minta Kemerdekaan Infrastruktur

  • 19 Agt 2025 14:12 WIB
  •  Entikong

KBRN, Entikong: Masyarakat di desa pelosok Kecamatan Entikong, wilayah perbatasan Kabupaten Sanggau meminta pemerintah memerdekankan mereka dari kesulitan infrastruktur. Sebab, hingga saat ini akses jalan, jembatan dan listrik belum sepenuhnya menjangkau masyarakat di perbatasan Indonesia-Malaysia ini.

Martinus Iwan, warga pelosok Kecamatan Entikong mengatakan, terdapat dua desa dengan delapan dusun di perbatasan Entikong yang masih sulit infrastruktur. Selain itu, dusun dengan jarak terjauh 70 kilometer dari pusat ibukota kecamatan ini juga belum terjangkau listrik.

"Jalan sudah terbangun, tapi masih sulit dilalui, selain dari itu juga masih ada dusun yang belum terjangkau listrik PLN. Kami minta kemerdekaan infrastruktur untuk daerah perbatasan," ungkap Martinus Iwan, Selasa (19/8/2025).

Ia menyampaikan, jalur paralel perbatasan yang terbangun masih sulit diakses dan masih jalan tanah. Beberapa dusun juga masih gelap gulita karena belum ada jaringan listrik PLN yang sampai ke wilayahnya.

Iwan bilang, pemerintah telah membangun jalan menuju ke daerah perhuluan Sungai Sekayam di Kecamatan Entikong itu. Masing-masing Jalan Paralel Perbatasan dari Entikong menuju Suruh Tembawang, dan Jalan Inspeksi Patroli Perbatasan (JIPP).

“Kita ada dua jalur Jalan Paralel Perbatasan yang masih tanah kuning, susah dilewati kalau hujan, dan jalan JIPP yang sekarang banyak putus serta sudah ditutupi semak belukar,” pungkasnya.


Rekomendasi Berita