Rektor Unika Ajak Dosen Perkuat Pengabdian dan Kolaborasi Akademik

  • 12 Mar 2026 19:26 WIB
  •  Ende

RRI.CO.ID, Manggarai – Rektor Universitas Katolik Indonesia Santu Paulus Ruteng, Dr. Agustinus Manfred Habur mengajak para dosen menjadikan kampus sebagai ruang pengabdian bersama bagi seluruh civitas akademika. Ajakan tersebut disampaikannya saat memberikan materi pada kegiatan Orientasi Dosen dan Tenaga Kependidikan Baru Tahun 2026 yang berlangsung di Aula Gedung Utama Timur (GUT) Lantai 5, Kamis, 12 Maret 2026.

Manfred menyebut kampus sebagai tempat seluruh sivitas akademika mengabdikan diri yang setiap unsur di dalamnya menjadi bagian integral dari upaya bersama membangun komunitas akademik yang transformatif, kolaboratif, dan berkarakter. Lebih lanjut, dirinya menekankan pentingnya membangun relasi dan jaringan yang dinamis serta saling mendukung dalam menjalankan misi pendidikan tinggi Katolik yang humanis dan kontekstual.

Menurutnya, makna transformatif pendidikan diwujudkan melalui perubahan cara berpikir, sikap, dan perilaku melalui kegiatan pendidikan, penelitian, serta pengabdian kepada masyarakat. “Pendidikan di universitas ini tidak hanya memindahkan pengetahuan. Pendidikan harus membentuk cara berpikir kritis, memperdalam nilai moral dan spiritual, serta menumbuhkan tanggung jawab sosial,” katanya.

Sementara itu, Wakil Rektor II Bidang Sumber Daya dan Kelembagaan, Dr. Kristianus Viktor Pantaleon, membuka kegiatan orientasi dan menegaskan bahwa kehadiran dosen dan tenaga kependidikan baru menandai awal perjalanan pengabdian intelektual di Unika Ruteng.

Dalam sambutanya, Ia menjelaskan bahwa perguruan tinggi bukan sekadar lembaga pendidikan, tetapi ruang perjumpaan antara ilmu pengetahuan, nilai kemanusiaan, dan tanggung jawab moral terhadap masa depan masyarakat. “Ketika seseorang memilih menjadi dosen atau tenaga kependidikan, ia sesungguhnya memilih jalan hidup pengabdian kepada ilmu pengetahuan sekaligus kepada kemanusiaan,” ujarnya.

Ia juga menekankan pentingnya kerja sama antara dosen dan tenaga kependidikan dalam membangun universitas yang sehat dan produktif. “Dosen berada di garis depan proses akademik. Namun tenaga kependidikan menjaga agar seluruh sistem akademik berjalan tertib dan profesional. Universitas yang kuat lahir dari sinergi keduanya,” tegasnya.

Dalam arahannya, ia pun mengajak seluruh peserta orientasi untuk menghidupi nilai-nilai dasar universitas, yaitu resiliensi, integritas, loyalitas, dan solidaritas. “Universitas yang besar tidak pertama tama dibangun oleh gedung yang megah, tetapi oleh manusia yang memiliki integritas, kecerdasan, dan semangat pengabdian,” katanya

Ia juga mengingatkan bahwa kualitas universitas di masa depan sangat bergantung pada kualitas sumber daya manusia yang bekerja di dalamnya hari ini. “Ingatlah bahwa di ruang-ruang kelas kita masa depan sedang dibentuk. Di meja kerja kita kepercayaan masyarakat dijaga. Dalam integritas pribadi kita, martabat universitas ini dipertaruhkan,” ujarnya.

Kegiatan ini menjadi langkah awal bagi para dosen dan tenaga kependidikan baru untuk memahami identitas universitas, budaya akademik, serta arah pengembangan institusi. Pimpinan universitas, para narasumber, serta peserta mengikuti kegiatan tersebut secara aktif sebagai bagian dari upaya memperkenalkan visi, misi, nilai-nilai institusi, serta tanggung jawab profesional setiap sivitas akademika.

Melalui orientasi ini, Universitas Katolik Indonesia Santu Paulus Ruteng berharap para dosen dan tenaga kependidikan baru semakin memahami jati diri universitas sekaligus meneguhkan komitmen sebagai bagian dari komunitas akademik, serta mendorong kolaborasi dalam membangun pendidikan tinggi yang transformatif dan melahirkan lulusan yang berintegritas.

Rekomendasi Berita