Pemerintah Terbitkan Surat Keputusan Bersama Batasi Penggunaan AI Bagi Siswa
- 13 Mar 2026 17:24 WIB
- Ende
RRI.CO.ID – Pemerintah resmi membatasi penggunaan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) instan seperti ChatGPT bagi siswa tingkat SD hingga SMA. Kebijakan ini diambil untuk melindungi perkembangan kognitif peserta didik dari potensi ketergantungan pada teknologi.
Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Pratikno mengatakan pembatasan tersebut tertuang dalam Surat Keputusan Bersama (SKB) tujuh menteri. Kebijakan ini bertujuan memastikan proses pembelajaran tetap mendorong kemampuan berpikir kritis siswa.
Menurut Pratikno, penggunaan AI di lingkungan sekolah hanya diperbolehkan jika menggunakan platform yang memang dirancang khusus untuk kebutuhan pendidikan.
“Pendidikan dasar dan menengah itu tidak diperbolehkan untuk memanfaatkan AI-AI instan, misalnya tanya ke ChatGPT dan seterusnya. Tetapi menggunakan kecerdasan buatan yang memang sudah dirancang untuk kebutuhan pendidikan,” ujar Pratikno, dikutip dari Kumparan, Kamis, 12 Maret 2026.
Ia menjelaskan langkah tersebut merupakan upaya preventif untuk menghindari fenomena brain rot atau penurunan kemampuan berpikir akibat ketergantungan pada teknologi. Selain itu, pemerintah juga ingin mencegah munculnya cognitive debt, yaitu kondisi berkurangnya kapasitas kognitif karena terlalu mengandalkan jawaban dari mesin.
Meski demikian, pemerintah menegaskan kebijakan ini tidak berarti melarang penggunaan teknologi digital dalam sistem pendidikan.
Menurut Pratikno, teknologi tetap dapat dimanfaatkan dalam pembelajaran selama berfungsi sebagai alat bantu pendidikan, misalnya melalui platform berbasis simulasi atau teknologi pembelajaran yang dirancang khusus untuk kebutuhan akademik.
“Ini menghindari untuk brain rot, menghindari untuk cognitive debt, pengurangan kognisi,” kata Pratikno.
Pemerintah berharap kebijakan ini dapat menjaga keseimbangan antara pemanfaatan teknologi digital dan penguatan kemampuan berpikir kritis siswa sejak usia dini.