Patroli Siber Diperketat, Komdigi Tekan Hoaks Mudik Gratis
- 12 Mar 2026 10:36 WIB
- Ende
RRI.CO.ID, Jakarta – Menjelang Lebaran, Kementerian Komunikasi dan Digital memperketat patroli siber untuk menekan penyebaran hoaks terkait program mudik gratis. Langkah ini dilakukan karena informasi palsu tentang mudik gratis kerap muncul dan berpotensi merugikan masyarakat.
Upaya tersebut disampaikan Wakil Menteri Komunikasi dan Digital, Nezar Patria, dalam Rapat Koordinasi Persiapan Idulfitri 1447 Hijriah. Rapat berlangsung di Kantor Kementerian Koordinator Bidang Politik dan Keamanan pada Rabu 11 Maret 2026.
Dalam forum tersebut, Nezar mengatakan Kementerian Komunikasi dan Digital telah mengintensifkan patroli siber serta pemantauan konten di berbagai platform digital. Langkah ini bertujuan mendeteksi sekaligus menindaklanjuti penyebaran hoaks, ujaran kebencian, penipuan daring, hingga konten negatif lainnya.
Menurutnya, pengawasan diperkuat karena periode menjelang Idulfitri sering dimanfaatkan pihak tidak bertanggung jawab untuk menyebarkan informasi menyesatkan. Informasi tersebut biasanya berkaitan dengan jadwal libur, program mudik gratis, bantuan sosial, hingga isu sensitif bernuansa SARA.
Nezar menegaskan, penyebaran hoaks dapat memicu keresahan di masyarakat jika tidak segera ditangani. Karena itu, patroli siber dilakukan secara lebih intensif agar konten bermasalah dapat terdeteksi sejak awal.
Selain pemantauan konten, pemerintah juga menerapkan strategi penanganan hoaks tiga lapis. Strategi tersebut meliputi peningkatan literasi digital, deteksi serta pemblokiran konten hoaks secara cepat, dan penegakan hukum terhadap pelaku penyebar informasi palsu.
Ia menjelaskan, literasi digital menjadi langkah penting agar masyarakat mampu membedakan informasi yang benar dan salah. Dengan kemampuan tersebut, masyarakat diharapkan tidak mudah terpengaruh atau ikut menyebarkan informasi yang belum terverifikasi.
Dalam menjalankan kampanye tersebut, Komdigi turut menggandeng berbagai komunitas dan kelompok masyarakat. Edukasi dilakukan melalui media sosial, kanal komunikasi resmi pemerintah, serta kolaborasi dengan komunitas digital.
Nezar berharap berbagai langkah tersebut dapat menjaga ruang digital tetap aman dan kondusif selama masa libur Lebaran. Dengan demikian, masyarakat dapat merayakan Idulfitri dengan tenang tanpa terganggu oleh informasi palsu yang beredar di internet.