Menteri KKP Tinjau Warloka, Dorong Produktivitas dan Kualitas Hasil Tangkapan

  • 26 Feb 2026 17:28 WIB
  •  Ende

RRI.CO.ID, Manggarai Barat - Menteri Kelautan dan Perikanan, Sakti Wahyu Trenggono, meninjau langsung pembangunan Kampung Nelayan Merah Putih di Warloka, Kabupaten Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur (NTT). Dalam kunjungan tersebut, ia menegaskan pentingnya optimalisasi fasilitas guna meningkatkan produktivitas dan kesejahteraan nelayan.

Menteri Trenggono mengatakan, kunjungan ini bertujuan untuk melihat secara langsung hasil pembangunan titik-titik Kampung Nelayan Merah Putih yang telah rampung. Selain itu, ia juga melakukan koordinasi dengan pemerintah daerah untuk mengidentifikasi desa-desa lain, termasuk di wilayah kepulauan, yang perlu mendapat peningkatan sarana dan prasarana perikanan.

“Saya ingin melihat hasil pembangunan yang sudah jadi seperti sekarang ini. Kemudian berkoordinasi langsung dengan kepala daerah, desa mana saja, termasuk di pulau-pulau, yang perlu kita perbaiki sarana prasarananya agar produktivitas nelayan meningkat,” ujarnya, kepada media saat mengunjungi Warloka Pesisir, Kamis 26 Februari 2026.

Menurutnya, tujuan utama pembangunan Kampung Nelayan Merah Putih adalah memastikan hasil tangkapan nelayan memiliki kualitas yang baik, segar, serta memiliki tingkat ketertelusuran (traceability) yang jelas sehingga memiliki daya saing tinggi di pasar.

Dalam kunjungannya tersebut, Menteri Trenggono mengapresiasi fasilitas yang telah tersedia, namun tetap meminta beberapa bagian diperbaiki agar lebih maksimal.

“Ada beberapa hal yang saya minta diperbaiki. Kalau Bapak/Ibu melihatnya sudah bagus, bagi saya masih ada yang kurang. Karena saya ingin ini menjadi milik Bapak/Ibu semua dan dikelola dengan baik oleh koperasi,” ujarnya.

Ia menekankan bahwa seluruh fasilitas harus menjadi aset bersama yang dikelola koperasi agar perawatan dan pengelolaannya berjalan berkelanjutan.

Adapun fasilitas yang telah dibangun di antaranya pabrik es, cold storage berkapasitas 10 ton, tambatan perahu atau dermaga, bantuan 10 unit kapal ukuran 5 gross ton (GT) lengkap dengan mesin, serta teknologi slurry ice berbahan dasar air laut untuk menjaga kesegaran ikan hingga beberapa hari setelah penangkapan.

“Kalau ikan langsung dimasukkan ke coolbox dengan slurry ice, kualitasnya tetap seperti baru ditangkap. Itu yang kita harapkan,” katanya.

Adapun terkait pemasaran, Menteri Trenggono menegaskan bahwa nelayan bebas menjual hasil tangkapan ke mana saja. Namun, jika mengalami kesulitan, pemerintah siap menghadirkan offtaker atau pembeli tetap.

“Offtaker sudah antre banyak, karena dengan fasilitas ini kualitas hasil tangkapan diyakini baik,” katanya.

Selain itu, pembangunan SPBN (Stasiun Pengisian Bahan Bakar Nelayan) bersubsidi juga sedang dalam proses. Nantinya, SPBN, pabrik es, hingga toko perbekalan akan dikelola koperasi demi mendukung operasional nelayan.

Dalam kesempatan tersebut, ia juga meminta kontraktor memperbaiki beberapa bagian bangunan yang dinilai belum sesuai harapan. Dengan nada bercanda kepada wartawan, ia berharap hasil akhirnya menjadi lebih baik.

Sementara itu, Bupati Manggarai Barat, Edistasius Endi, menyampaikan apresiasinya atas kunjungan Menteri dan realisasi pembangunan yang telah dijanjikan sebelumnya.

“Di tahun lalu Pak Menteri datang dan berjanji membangun sarana prasarana. Hari ini kita lihat sudah ditepati,” ujarnya.

Ia juga mengatakan, Warloka Pesisir menjadi lokasi strategis pembangunan sektor perikanan. Dari total 164 desa dan 5 kelurahan di Manggarai Barat, hanya Warloka yang mendapat kunjungan langsung dalam agenda tersebut.

Bupati juga memaparkan bahwa luas wilayah Manggarai Barat mencapai 9.640 kilometer persegi, dengan sekitar 7.000 kilometer persegi merupakan wilayah laut. Karena itu, Warloka disebut sebagai representasi sektor kemaritiman daerah.

Pemerintah daerah turut mengusulkan pembangunan Syahbandar Perikanan, mengingat fasilitas tersebut di Nusa Tenggara Timur saat ini baru tersedia di Kupang.

“Kami pastikan seluruh prasarana yang dibangun akan dimaksimalkan pemanfaatannya untuk peningkatan ekonomi masyarakat, bukan hanya untuk Warloka, tetapi untuk seluruh nelayan,” ucapnya.

Kunjungan ini diharapkan semakin memperkuat sinergi pemerintah pusat dan daerah dalam membangun sektor perikanan yang modern, produktif, dan berkelanjutan di Manggarai Barat.

Rekomendasi Berita