Badai Salju Hebat Perangkap 1.000 Pendaki Gunung Everest

  • 06 Okt 2025 07:59 WIB
  •  Ende

KBRN, Ende: Hampir seribu pendaki dilaporkan terjebak di kawasan perkemahan di lereng terpencil Gunung Everest, Tibet, setelah badai salju melanda wilayah tersebut pada Jumat (3/10/2025) malam waktu setempat.

Menurut laporan Reuters dan BBC, Sabtu (4/10/2025), salju tebal mulai turun di sisi timur Everest, kawasan populer bagi pendaki dan wisatawan yang berada di ketinggian sekitar 4.800 meter. Curah salju yang ekstrem menutup akses jalan menuju area perkemahan dan memutus jalur evakuasi.

Baca Juga: Clayface Picu Spekulasi Kehadiran Joker di DC Universe

Ratusan petugas penyelamat, termasuk tim Blue Sky Rescue asal Tibet, dikerahkan untuk membuka kembali jalur yang tertimbun salju. Pemerintah daerah melalui Tingri County Tourism Company juga memperingatkan wisatawan lewat aplikasi WeChat agar menghentikan aktivitas pendakian.

Otoritas pariwisata setempat menangguhkan penjualan tiket dan menutup akses menuju kawasan wisata Everest mulai Sabtu (4/10) malam. Upaya evakuasi dilakukan secara bertahap mengingat cuaca ekstrem yang masih berlangsung di wilayah pegunungan tersebut.

Hingga Minggu (5/10), sekitar 350 pendaki berhasil dievakuasi ke kota pegunungan kecil Qudang. Tim penyelamat telah menjalin komunikasi dengan ratusan pendaki lainnya yang masih bertahan di lokasi, sementara beberapa korban dilaporkan mengalami hipotermia akibat suhu beku.

Tim Blue Sky Rescue menerima panggilan darurat setelah sejumlah tenda ambruk tertimpa salju tebal. Belum ada laporan korban jiwa, namun kondisi di lokasi disebut “berbahaya” karena suhu terus menurun dan angin kencang masih melanda puncak timur Everest.

Badai serupa juga memicu bencana di wilayah sekitar Himalaya. Di Nepal, hujan deras menyebabkan banjir bandang dan longsor yang menewaskan sedikitnya 47 orang, sementara di India sembilan orang dilaporkan hilang terseret arus dan tiga lainnya tewas akibat sambaran petir.

Rekomendasi Berita