Akses Jalan Terbatas, Ibu Hamil Ditandu di Lembor
- 27 Des 2025 15:44 WIB
- Ende
KBRN, Manggarai Barat: Seorang ibu hamil di Kampung Wae Tulu, Kelurahan Tange, Kecamatan Lembor, Kabupaten Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur (NTT), terpaksa ditandu warga akibat keterbatasan akses jalan menuju fasilitas kesehatan, Kamis (25/12/2025) siang. Peristiwa ini terjadi setelah ibu tersebut mengalami pendarahan saat berada di kebun.
Menurut keterangan warga setempat, Ahmad Wahyudin, menyampaikan kejadian bermula sekitar pukul 07.00 WITA saat ibu tersebut bekerja membersihkan kebun. Sekitar pukul 11.00 WITA, korban sempat beristirahat dan mendapati darah keluar, saat itu diketahui ibu tersebut tengah mengandung tiga bulan.
“Dengan kondisi itu, keluarga dan warga langsung panik. Keluar darah terus. Akhirnya kami sepakat menandu ibu itu dari kebun ke kampung,” kata Ahmad, Sabtu (27/12/2025).
Adapun, jarak dari kebun menuju kampung sekitar tiga kilometer dengan kondisi jalan tanah yang becek dan rusak akibat musim hujan. Setibanya di kampung, korban sempat beristirahat untuk mengambil berkas administrasi seperti kartu keluarga dan BPJS sebelum dibawa ke fasilitas kesehatan. Ahmad mengatakan korban merupakan petani dengan kepesertaan BPJS Penerima Bantuan Iuran (PBI).
Dari kampung, warga kembali menandu korban sejauh kurang lebih dua kilometer menuju seberang sungai, tempat ambulans menunggu. Warga harus menuruni bukit dan menyeberangi sungai dengan ketinggian air sekitar selutut.
“Kalau hujan besar kemarin itu, pasien itu tidak bisa menyeberang. Kita pasrah saja kalau sudah kalau banjir besar kemarin. Arus sungai juga pasti besar,” ujarnya.
Menurutnya, kondisi tersebut bukan hal baru bagi warga Kampung Wae Tulu. Akses jalan yang sama digunakan warga setiap hari untuk ke pasar maupun ke wilayah lain. Namun hingga kini, belum ada perhatian dari pemerintah.
Lebih lanjut, ia juga mengungkapkan bahwa Kampung Wae Tulu yang dihuni lebih dari 100 kepala keluarga masih mengalami keterbatasan infrastruktur dasar.
“Jalan tidak layak, jaringan telepon tidak bagus, di sini juga tidak ada listrik. Kami pakai tenaga surya,” ungkap Ahmad.
Diketahui saat ini, ibu hamil tersebut telah dirujuk dan menjalani perawatan di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Komodo. Ahmad dan warga desa lainnya berharap, peristiwa ini dapat menjadi perhatian pemerintah untuk memperhatikan kondisi warganya, sehingga tidak terjadi hal serupa di kemudian hari.
“Kami berharap setelah kejadian ini, pemerintah serius memperhatikan akses jalan dan listrik. Jangan hanya datang ke kampung saat momen politik saja,” ucapnya.