Revitalisasi Sungai Dorong Ekonomi dan Edukasi Masyarakat

  • 13 Mar 2026 17:25 WIB
  •  Denpasar

RRI.CO.ID, Denpasar - Revitalisasi daerah aliran sungai (DAS) tidak hanya berfokus pada kebersihan sungai, tetapi juga memulihkan ekosistem sekaligus memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat. Upaya ini terus digerakkan komunitas lingkungan bersama masyarakat di Kota Denpasar.

Ketua Pengawas Yayasan Tukad Bindu, I Gusti Rai Ari Temaja atau yang akrab disapa Gung Nik, mengatakan kondisi sungai di beberapa titik kini mulai membaik. Hal tersebut terjadi karena meningkatnya kesadaran masyarakat untuk tidak lagi membuang sampah sembarangan ke sungai.

“Sementara ini kondisi sungai cukup aman dan bersih. Mungkin karena pasca musibah, masyarakat mulai sadar dan tidak lagi membuang sampah sembarangan seperti sebelumnya,” ujarnya.

Gung nik menjelaskan revitalisasi sungai pada dasarnya merupakan upaya memulihkan kembali ekosistem dan ekologi sungai melalui berbagai langkah seperti normalisasi sungai, edukasi, dan keterlibatan masyarakat. Sejak 2010, komunitas yang digerakkan Yayasan Tukad Bindu terus mengajak masyarakat di tingkat kota hingga nasional untuk peduli terhadap sumber air dan daerah aliran sungai.

Selain membersihkan sungai, program yang dijalankan juga memberikan nilai ekonomi bagi masyarakat. Di kawasan Tukad Bindu, empat banjar telah memiliki bank sampah yang mengelola sampah anorganik, sementara sampah organik diolah di kawasan Tukad Bindu.

“Kami tidak hanya membersihkan sungai, tetapi menjadikan DAS memiliki nilai ekonomi melalui edukasi, sosial, budaya, hingga aktivitas ekonomi masyarakat,” katanya.

Gung nik berharap masyarakat semakin peduli menjaga sungai dan lingkungan Bali. Menurutnya, menjaga lingkungan harus dimulai dari diri sendiri, termasuk dengan memilah sampah dari sumbernya.

Rekomendasi Berita