Polda Bali Gelar Operasi Ketupat Agung 2026
- 13 Mar 2026 10:16 WIB
- Denpasar
RRI.CO.ID, Denpasar – Polda Bali menggelar apel kesiapan Operasi Ketupat Agung dalam rangka pengamanan rangkaian Hari Raya Nyepi Caka 1948 dan Idul Fitri 1447 Hijriah. Operasi ini dilaksanakan selama 13 hari mulai Jumat 13 Maret 2026 hingga Rabu 25 Maret 2026.
Kapolda Bali Irjen Pol. Daniel Adityajaya menyampaikan operasi tersebut dilaksanakan di seluruh wilayah hukum Polda Bali dan jajaran. Pengamanan dilakukan dengan mengedepankan kegiatan pre-emptive, preventive, kamseltibcar lantas, hingga penegakan hukum secara tegas dan terukur.
“Operasi ini bertujuan mewujudkan keamanan, keselamatan, ketertiban dan kelancaran lalu lintas selama arus mudik dan balik Lebaran serta kegiatan masyarakat selama libur hari raya,” katanya.
Selain itu, operasi juga bertujuan menciptakan situasi keamanan dan ketertiban masyarakat yang kondusif menjelang, saat, hingga setelah perayaan Nyepi dan Idul Fitri tahun 2026. Polda Bali melibatkan 2.169 personel Polri yang juga didukung TNI dan berbagai stakeholder terkait.
"Sebanyak 31 pos pengamanan disiapkan dalam Operasi Ketupat 2026 yang terdiri dari 15 pos pengamanan, 11 pos pelayanan, dan 5 pos terpadu," ujarnya.
Pengamanan juga difokuskan pada berbagai objek vital dan kegiatan masyarakat di Bali. Di antaranya 256 masjid, 539 mushola, 351 lokasi salat Ied, 308 titik malam takbiran, bandara, delapan pelabuhan, 11 terminal, hingga 77 objek wisata.
Selain itu, pengamanan juga difokuskan pada rangkaian kegiatan Nyepi seperti Tawur Agung Kesanga, Pawai Ogoh-ogoh, dan Pengerupukan yang berlangsung Rabu 19 Maret 2026. Momentum tersebut berdekatan dengan perkiraan malam takbiran Idul Fitri yang masih menunggu penetapan resmi pemerintah.
Polda Bali juga mengimbau masyarakat memastikan keamanan rumah sebelum mudik, memeriksa kondisi kendaraan, serta menjaga toleransi antarumat beragama. Selain itu masyarakat diminta mewaspadai penipuan online berkedok THR, donasi, atau hadiah Lebaran.