Awal Maret 2026, BMKG Catat 66 Gempa Bumi Guncang Bali

  • 13 Mar 2026 08:31 WIB
  •  Denpasar

RRI.CO.ID, Denpasar : Pulau Dewata dan wilayah sekitarnya sepanjang minggu pertama bulan Maret 2026 digucang 66 kali gempa bumi. Berdasarkan analisis Stasiun Geofisika Denpasar, magnitude gempa bumi yang mengguncang Bali dan wilayah sekitarnya itu bervariasi dari 1,7 SR hingga 3,6 SR. Kegempaan didominasi gempa bumi dangkal itu diperkirakan berasosiasi dengan subduksi Indo Australia-Eurasia dan aktivitas sesar aktif.

Kepala Stasiun Geofisika Denpasar Mamuri kepada RRI di Denpasar, Jumat 13 Maret 2026 mengatakan, sebanyak 36 kejadian gempabumi terjadi di selatan Pulau Jawa, Bali, dan Lombok yang diperkirakan berasosiasi dengan subduksi Indo Australia-Eurasia. Sedangkan 30 kejadian gempabumi menyebar di wilayah Pulau Bali, Lombok dan sekitarnya yang berkaitan dengan sesar di belakang busur Flores atau Flores Back Arc Thrust dan aktivitas sesar aktif. Ia tidak memungkiri, hingga kini gempa bumi belum bisa diprediksi, karena itu diperlukan sosialisasi serta simulasi untuk menghadapi gempa bumi untuk meminimalisir terjadinya kerugian maupun korban jiwa.

“Kami BMKG mencacat bahwa wilayah Bali dan sekitarnya pada periode awal Maret 2026 diguncang 66 kali gempa bumi. Kegempaan didominasi gempa bumi dangkal yang diperkirakan berasosiasi dengan subduksi Indo Australia-Eurasia, sesar di belakang busur Flores atau Flores Back Arc Thrust dan aktivitas sesar aktif,” ujar Kepala Stasiun Geofisika Denpasar Mamuri.

Kepala Stasiun Geofisika Denpasar Mamuri mengungkapkan, gempa dengan magnitudo kurang dari 3 SR tercatat sebanyak 60 kejadian atau 90% dari total kejadian gempabumi yang terjadi di Bali. Sedangkan gempa bermagnitudo 3 – 5 SR tercatat 6 kali atau 9% dari total kejadian gempabumi dan tidak ada kejadian gempabumi dengan magnitudo diatas 5 SR.

“Berdasarkan kedalaman, gempa yang mendominasi merupakan gempabumi dangkal kurang dari 60 km sebanyak 80% dari total kejadian gempabumi. Jumlah gempabumi dangkal sebanyak 53 kejadian, 13 gempabumi dengan kedalaman 60 - 300 km atau 19% dari total kejadian gempabumi, dan nihil gempabumi dengan kedalaman lebih dari 300 km,” tuturnya.

Berdasarkan analisis BMKG, aktivitas gempa bumi pada periode awal Maret 2026 di Pulau Dewata mencapai 66 kali gempa bumi. Sepanjang periode itu terdapat 1 kejadian gempa dirasakan di Pulau Dewata sedangkan gempa bermagnitudo 3,5 SR dirasakan masyarakat di wilayah Sumbawa yang berpusat pada 21 km Barat Kabupaten Sumbawa-NTB dengan kedalaman 10 km.

Rekomendasi Berita