BMKG Prediksi Kemarau 2026 di Bali Lebih Kering

  • 13 Mar 2026 05:11 WIB
  •  Denpasar

RRI.CO.ID, Denpasar – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprediksi musim kemarau tahun 2026 di Provinsi Bali akan lebih kering dibandingkan tahun sebelumnya. Forecaster BMKG Bali, Trayi Budi Samantu, Kamis 12 Maret 2026 menjelaskan kondisi ini berbeda dengan musim kemarau tahun 2025 yang cenderung lebih basah karena dipengaruhi fenomena atmosfer global.

“Musim kemarau tahun 2026 diprediksi lebih kering dibandingkan tahun 2025. Tahun lalu awal musim kemarau baru terjadi pada Juni hingga Juli sehingga lebih mundur sekitar satu sampai dua bulan dari kondisi normal,” ujarnya.

Ia menambahkan keterlambatan musim kemarau tahun lalu dipicu oleh pengaruh fenomena IOD (Indian Ocean Dipole) dan MJO (Madden-Julian Oscillation) yang menyebabkan curah hujan masih tinggi hingga Mei. Akibatnya, musim kemarau pada 2025 berlangsung lebih pendek karena baru dimulai pada pertengahan tahun.

Sementara untuk tahun 2026, awal musim kemarau diprediksi terjadi lebih awal sehingga berpotensi berlangsung lebih panjang dibandingkan tahun sebelumnya. BMKG juga memastikan suhu maksimum selama musim kemarau di Bali diperkirakan masih berada pada kondisi normal.

“Untuk suhu maksimum di Bali diprediksi masih di bawah 35 derajat Celcius sehingga belum termasuk kategori suhu ekstrem,” jelasnya.

Rekomendasi Berita