Pemerataan Penerima Beasiswa LPDP Masih Perlu Ditingkatkan
- 10 Mar 2026 14:40 WIB
- Denpasar
RRI.CO.ID, Denpasar - Pemerataan penerima program beasiswa pemerintah masih menjadi perhatian agar kesempatan pendidikan dapat dirasakan masyarakat dari seluruh wilayah Indonesia. Selain membuka akses pendidikan, program beasiswa juga dinilai perlu diselaraskan dengan kebutuhan sumber daya manusia yang dibutuhkan untuk pembangunan nasional.
Pengamat Pendidikan Profesor I Putu Rumawan Salain menilai penerima beasiswa LPDP saat ini belum sepenuhnya merata di berbagai daerah. Ia menilai seluruh masyarakat Indonesia memiliki hak yang sama untuk memperoleh kesempatan beasiswa, termasuk melalui skema afirmatif yang memberikan prioritas bagi penyandang disabilitas.
“Indonesia dari Sabang sampai Merauke memiliki hak yang sama untuk mendapatkan kesempatan beasiswa dari kementerian, bahkan ada skema afirmatif bagi penyandang disabilitas maupun masyarakat Papua, namun saya khawatir karena akses informasi lebih dekat ke Jakarta, persentase penerima lebih banyak berasal dari wilayah Jakarta dan Jawa Barat,” jelasnya.
Profesor Rumawan juga menilai pemerintah perlu memetakan kebutuhan sumber daya manusia secara lebih terarah agar penerima beasiswa disiapkan sesuai bidang keahlian yang dibutuhkan negara. Dengan pemetaan tersebut, lulusan penerima beasiswa diharapkan dapat ditempatkan di lembaga atau sektor yang tepat sehingga mampu mendorong transfer pengetahuan dan mendukung pengembangan sektor strategis di Indonesia.
“Lembaga pemerintah yang memberikan beasiswa seharusnya memetakan kebutuhan SDM, misalnya berapa ahli nuklir, ahli nikel, atau ahli keuangan yang dibutuhkan, sehingga ketika mereka pulang bisa ditempatkan di lembaga yang tepat dan terjadi transfer pengetahuan,” jelasnya.
Selain itu, menurutnya kesiapan infrastruktur dan fasilitas pendukung juga penting agar keahlian penerima beasiswa dapat dimanfaatkan secara optimal ketika kembali ke Indonesia. Ia mencontohkan pengembangan rumah sakit internasional di kawasan Sanur yang dinilai perlu diimbangi dengan kesiapan tenaga ahli serta peralatan medis yang sesuai dengan kompetensi para lulusan penerima beasiswa.