MoU BPS-ABS Resmikan Kerja Sama Statistik 2025–2029
- 01 Des 2025 23:33 WIB
- Denpasar
KBRN, Denpasar: Badan Pusat Statistik (BPS) dan Australian Bureau of Statistics (ABS) resmi menandatangani Memorandum of Understanding (MoU) untuk periode kerja sama 2025–2029 sebagai langkah strategis memperkuat diplomasi statistik, harmonisasi metodologi, serta percepatan transformasi sistem data nasional.
Kesepakatan ini menandai fase baru kolaborasi internasional yang menempatkan statistik sebagai basis utama perumusan kebijakan berbasis bukti (evidence-based policy). Australia Statistician of ABS Dr. David Gruen di Garuda Wisnu Kencana menyampaikan, kemitraan ini dibangun atas kepercayaan.
"Hubungan internasional BPS dan ABS ini dibangun atas dasar kepercayaan, bahkan ABS terbaru pun telah menjalin persahabatan yang erat, dengan tujuan-tujuan termasuk memorandum dan rencana ekonomi 2026,” ujarnya, Senin (01/12/2025).
Penandatanganan MoU tersebut menjadi landasan formal bagi kedua institusi dalam mengembangkan kemitraan teknis yang meliputi peningkatan kualitas statistik sektoral, penguatan kapasitas sumber daya manusia, standardisasi pengukuran indikator pembangunan, serta pemanfaatan teknologi baru untuk modernisasi kegiatan sensus dan survei.
Dalam momentum yang sama, Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN)/Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas), Prof. Dr. Ir. Rachmat Pambudy menyebut, keterkaitan yang mendalam antara kedua statistik nasional tidak hanya tepat waktu, tetapi juga penting.
"Keterkaitan yang mendalam antara kedua statistik nasional kita tidak hanya tepat waktu, tetapi juga penting karena kita membuka keamanan sebagaimana yang akan dilakukan sebelum memperoleh sesuatu yang tertinggi yang lebih dekat dari keluarga dan kita ingin membuktikannya,” ucapnya.
Program kolaboratif pada periode 2025–2029 dengan penandatanganan MoU ini, kedua lembaga sepakat untuk menempatkan integritas statistik sebagai prioritas utama, memastikan setiap program kerja diarahkan pada peningkatan kualitas informasi publik. Kerja sama jangka panjang ini juga diharapkan dapat memperkuat posisi Indonesia dalam arsitektur statistik regional, sekaligus mendukung pencapaian indikator pembangunan berkelanjutan (SDGs) melalui data yang lebih reliabel dan tepat waktu.
MoU BPS–ABS 2025 sampai 2029 menjadi tonggak penting bagi modernisasi statistik Indonesia, menegaskan bahwa pengelolaan data bukan hanya aktivitas teknis, melainkan fondasi strategis bagi tata kelola pembangunan nasional yang adaptif, inklusif, dan berbasis sains.