KBRI Astana Gelar ASEAN Badminton Championship di Kazakhstan
- 27 Okt 2025 14:31 WIB
- Denpasar
KBRN, Astana: Perhelatan ASEAN Badminton Championship 2025 di QSI International School Astana pada 25-26 Oktober 2025 menjadi ajang diplomasi olahraga yang mempertemukan para diplomat, staf kedutaan, komunitas ekspatriat, dan masyarakat lokal di Kazakhstan dalam semangat sportivitas dan persahabatan dimana sekitar lebih dari 200 partisipan mengikuti acara dimaksud.
Acara pembukaan berlangsung meriah dan dihadiri oleh para duta besar negara-negara ASEAN, di antaranya H.E. Dr. M. Fadjroel Rachman (Duta Besar Republik Indonesia), H.E. Mr. Mohd Adli bin Abdullah (Duta Besar Malaysia), H.E. Mrs. Piyapin Niyomrerks (Duta Besar Thailand), serta Mrs. Han Nguyen (Vietnam). Turut hadir pula Executive Director Kazakhstan Badminton Federation H.E. Mr. Badykov Beket Aitkalievich, serta perwakilan QSI International School Astana dan komunitas olahraga setempat yang tersebar di berbagai daerah di Kazakhstan.
Dalam sambutan pembukaannya, Duta Besar Republik Indonesia untuk Kazakhstan dan Tajikistan, Dr. M. Fadjroel Rachman, menyampaikan bahwa turnamen ini berawal dari sebuah ide sederhana untuk memperkuat semangat kebersamaan negara-negara ASEAN melalui olahraga badminton, dan kini telah berkembang menjadi simbol nyata persahabatan lintas bangsa.
“Tahun lalu kami menanam sebuah benih—sebuah ide untuk merayakan semangat ASEAN melalui olahraga. Hari ini, kita melihat benih itu tumbuh menjadi simbol persahabatan yang hidup. Turnamen ini bukan sekadar pertandingan, tetapi perayaan solidaritas dan semangat satu keluarga ASEAN,” ujar Duta Besar Fadjroel.
Ia juga menekankan bahwa partisipasi dari berbagai kedutaan dan komunitas lokal mencerminkan semangat inklusif ASEAN yang terbuka bagi dunia.
“Badminton mengajarkan bahasa universal—bahasa persatuan, ketangkasan, dan saling menghormati yang melampaui batas diplomatik,” tambahnya.
Executive Director Kazakhstan Badminton Federation, H.E. Mr. Badykov Beket, dalam sambutannya turut menyampaikan selamat Hari Republik Kazakhstan dan menegaskan pentingnya olahraga dalam mempererat hubungan antarbangsa.
“Kompetisi ini menjadi contoh nyata bagaimana olahraga mampu memperkuat semangat persatuan dan kerja sama. Badminton memadukan fokus, ketangkasan, dan semangat tim yang mencerminkan nilai-nilai persahabatan sejati,” ujarnya.
Badykov Beket, menambahkan bahwa Wakil Menteri Pemuda dan Olahraga RI, Taufik Hidayat sangat terkenal dan dinanti kehadirannya di Kazakhstan.
“Pada tanggal 17-21 Desember tahun ini, Kazakhstan akan menjadi tuan rumah turnamen international “Astana International Challenge 2025”. Acara ini termasuk turnamen resmi The Badminton World Federation (BWF). Kami berharap kegiatan tersebut juga bisa diikuti oleh tim dari Indonesia dan juga bisa dihadiri oleh Taufik Hidayat sebagai bintang tamu karena sosoknya sangat diidolakan oleh kalangan pecinta Bulutangkis Kazakhstan” ucapnya.
Turnamen yang berlangsung selama dua hari ini diikuti oleh tim-tim dari berbagai kedutaan, organisasi internasional, kelompok ekspatriat, dan masyarakat umum di Astana. Para peserta berlaga dalam berbagai kategori ganda putra, ganda putri, dan ganda campuran, baik di tingkat amatir maupun semi-profesional, dengan penuh semangat dan sportivitas tinggi. Di luar kompetisi, suasana keakraban terlihat jelas, para peserta dari berbagai negara saling menyemangati dan menikmati kebersamaan di lapangan.
Melalui ASEAN Badminton Championship 2025, KBRI Astana berhasil memperkuat peran olahraga sebagai sarana diplomasi yang efektif dan hangat. Tidak hanya mempererat hubungan antarnegara ASEAN, tetapi juga membangun jembatan persahabatan dengan masyarakat Kazakhstan dan komunitas internasional lainnya. Ajang ini diharapkan menjadi kegiatan tahunan yang lebih besar lagi melibatkan hingga wakil-wakil seluruh Kazakhstan.