Indonesia–Kazakhstan Perkuat Kemitraan Strategis Melalui Pendidikan

  • 25 Sep 2025 15:04 WIB
  •  Denpasar

KBRN, Oskemen: Duta Besar Republik Indonesia untuk Kazakhstan merangkap Tajikistan, Dr. M. Fadjroel Rachman, melakukan kunjungan resmi ke East Kazakhstan Technical University (EKTU) di Oskemen Selasa, (16/9/2025). Kunjungan ini menjadi momentum untuk mempererat hubungan bilateral Indonesia–Kazakhstan, khususnya di bidang pendidikan tinggi, penelitian, dan pertukaran akademik.

Dalam pertemuan dengan Rektor EKTU, Prof. Saule Rakhmetullina, kedua pihak membahas peluang penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) antara EKTU dan sejumlah universitas terkemuka Indonesia, termasuk Universitas Media Nusantara (UMN). MoU tersebut diharapkan menjadi dasar pelaksanaan program seperti riset bersama, pertukaran mahasiswa dan dosen, serta kolaborasi pengembangan inovasi.

“Kolaborasi pendidikan ini akan membuka ruang yang lebih luas bagi mahasiswa dan dosen dari kedua negara untuk bertukar pengetahuan dan pengalaman. Pendidikan adalah jembatan untuk mempererat hubungan Indonesia dan Kazakhstan secara berkelanjutan,” ungkap Dr. M. Fadjroel Rachman.

Duta Besar RI menegaskan, Hubungan bilateral antara Indonesia dan Kazakhstan adalah hubungan yang erat dan bersahabat, yang didasarkan pada saling menghormati. Kedua negara kita berbagi visi yang sama untuk memajukan perdamaian dan stabilitas, baik di tingkat regional maupun global.

Dalam kesempatan tersebut, Dubes RI mengusulkan pendirian Indonesia Corner di perpustakaan EKTU sebagai sarana memperkenalkan budaya, bahasa, dan diplomasi Indonesia kepada masyarakat Kazakhstan. Sebagai tindak lanjut, Universitas di Indonesia juga diusulkan dapat membuka Abai Corner sebagai bentuk timbal balik kerja sama pendidikan dan kebudayaan kedua negara.

Sebagai bagian dari agenda, Dr. M. Fadjroel Rachman juga menyampaikan kuliah umum bertajuk “Indonesian Diplomacy” yang dibuka dengan Tari Ondel-ondel Betawi. Kuliah umum tersebut dihadiri oleh 100 mahasiswa EKTU dan menyoroti peran Indonesia dalam diplomasi internasional di bidang ekonomi, politik, sosial-budaya, serta perlindungan warga negara di luar negeri. Acara ini disambut hangat oleh mahasiswa dan civitas akademika EKTU serta menjadi forum penting untuk bertukar pandangan. Kuliah umum ini semakin meriah dengan adanya kuis interaktif mengenai Indonesia yang melibatkan seluruh peserta. Peserta menunjukkan antusiasme tinggi saat menjawab pertanyaan-pertanyaan yang diberikan.

Selain itu, acara diwarnai dengan pertunjukan seni budaya Indonesia yang menampilkan demonstrasi Pencak Silat dari asosiasi pencak silat Kazakhstan dan Tari Tor Tor Hota Sapusik yang berasal dari Sumatera Utara dibawakan oleh mahasiswa magang di KBRI Astana. Penampilan ini mendapat apresiasi audiens dan menjadi simbol eratnya hubungan masyarakat kedua negara melalui diplomasi budaya.

Hubungan diplomatik Indonesia dan Kazakhstan telah terjalin sejak 1993 dan terus berkembang dalam berbagai sektor, mulai dari politik, ekonomi, perdagangan, hingga pendidikan serta seni budaya. Kini terdapat lebih dari 60 nota kesepahaman antarperguruan tinggi kedua negara, mencerminkan besarnya potensi kolaborasi akademik.

Kunjungan ini menegaskan komitmen Indonesia untuk mendorong kemitraan strategis yang inklusif, produktif, dan berkelanjutan dengan Kazakhstan, sekaligus membuka babak baru dalam hubungan antar generasi muda kedua bangsa.

Rekomendasi Berita