IEU-CEPA Sebagai Katalis Pertumbuhan Ekonomi Berkelanjutan
- 23 Sep 2025 22:30 WIB
- Denpasar
KBRN, Badung: Pemerintah Indonesia bersama Uni Eropa secara resmi mengumumkan tercapainya substantive conclusion dari perundingan Comprehensive Economic Partnership Agreement (IEU-CEPA), sebuah tonggak penting dalam diplomasi ekonomi internasional. Kesepakatan ini menandai berakhirnya proses negosiasi panjang yang berlangsung sejak 2016 dan membuka jalan menuju fase penandatanganan serta ratifikasi. Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Indonesia, Airlangga Hartarto di Nusa Dua kemarin menyampaikan, target perjanjian ini efektif mulai dari 1 Januari 2027. IEU-CEPA merupakan instrumen kerja sama ekonomi komprehensif yang mencakup aspek perdagangan.
“IU Perjanjian yang telah ditanda tangani ini akan diterjemahkan kedalam 27 bahasa, setelahnya akan diproses di parlemen dengan target efektif pada 1 Januari 2027. Salah satunya dengan UMKM yang akan kami dorong seperti memberikan jalan keluar yang meringankan pelaku usaha,” ujarnya Selasa (23/09/2025).
Dalam upaya diseminsasi publik mengenai manfaat dan pemanfaatan Indonesia–European Union Comprehensive Economic Partnership Agreement (IEU CEPA) bagi masyarakat, khususnya kalangan dunia usaha, Pemerintah Indonesia bersama Uni Eropa menyelenggarakan Indonesia–European Union Business Outlook usai penyelenggaraan Penandatanganan dan Pengumuman Bersama tentang Kesepakatan Substansial IEU-CEPA antara Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto dengan Keamanan Ekonomi Komisi Eropa Maroš Šefčovič di Bali, Selasa (23/09). Forum tersebut dihadiri oleh para pejabat tinggi, perwakilan diplomatik, asosiasi bisnis, serta pelaku usaha dari kedua belah pihak.
Menko Airlangga menambahkan, bagi Indonesia, perjanjian ini dipandang strategis dalam memperluas akses pasar bagi produk unggulan berbasis sumber daya alam maupun industri manufaktur bernilai tambah tinggi. Selain itu, EU Comissioner for Trade and Security, Maroš Šefčovič menyampaikan beberapa sektor perdagangan yang tertera sebagai langkah signifikan dalam memperdalam rantai pasok global, mendukung transisi hijau, serta memperkuat iklim investasi yang transparan.
Secara makroekonomi, IEU-CEPA diproyeksikan mampu meningkatkan volume perdagangan bilateral, mendorong arus investasi langsung, serta menciptakan lapangan kerja baru. Lebih jauh, kesepakatan ini juga akan menjadi platform strategis untuk mendorong adopsi standar mutu internasional, inovasi teknologi, serta praktik pembangunan berkelanjutan.
Implementasi IEU CEPA diharapkan akan membuka peluang besar bagi peningkatan daya saing produk Indonesia, di mana terdapat lebih dari 98% tarif akan dihapuskan, sehingga komoditas unggulan Indonesia akan semakin kompetitif di pasar Eropa. Proyeksi menunjukkan bahwa dalam awal implementasi, ekspor Indonesia ke Uni Eropa diproyeksikan dapat meningkat signifikan hampir 60% dan menciptakan lapangan kerja baru.