ILO Nilai Kolaborasi Lintas Sektor Kunci Perlindungan Pekerja Migran Indonesia

  • 11 Mar 2026 16:00 WIB
  •  Cirebon

RRI.CO.ID, Cirebon - Kolaborasi lintas sektor dinilai menjadi kunci dalam memperkuat perlindungan pekerja migran Indonesia (PMI), khususnya perempuan. Sinergi antara pemerintah, masyarakat sipil, serikat pekerja, dan organisasi internasional diperlukan agar upaya perlindungan dapat berjalan lebih efektif.

Hal tersebut disampaikan Direktur International Labour Organization (ILO) Indonesia dan Timor Leste, Simrin Singh. Ia hadir dalam Lokakarya Nasional Penguatan Keberlanjutan Pusat Sumber Daya dan Layanan Terpadu untuk Perlindungan Pekerja Migran Responsif Gender (MRC) di Gedung LTSA-P2PMI Disnaker Kabupaten Cirebon, Rabu, 11 Maret 2026.

Menurutnya, perlindungan pekerja migran tidak bisa dilakukan oleh satu pihak saja. Diperlukan kerja sama berbagai pihak agar sistem perlindungan dapat berjalan lebih kuat dan berkelanjutan.

Simrin Singh menilai pertemuan berbagai pihak dalam satu forum menjadi langkah penting untuk memperkuat koordinasi. Upaya tersebut juga dinilai mampu mendorong lahirnya solusi yang lebih efektif bagi pekerja migran.

We’re here to reaffirm how important it is to protect, but also to draw inspiration from what can be done if the government, society, unions, local government actors, they come together. And it's doable. Artinya: Di sini kita menegaskan kembali betapa pentingnya perlindungan, sekaligus mengambil inspirasi dari apa yang dapat dilakukan jika pemerintah, masyarakat, serikat pekerja, dan pemerintah daerah bersatu. Dan itu bisa dilakukan,” ujarnya saat memeberikan sambutan.

Ia mengatakan selama ini banyak lembaga bekerja secara terpisah dalam menangani persoalan pekerja migran. Namun melalui kolaborasi, berbagai pihak dapat saling melengkapi dalam memberikan perlindungan.

Ia juga menilai forum ini menjadi momentum penting karena melibatkan berbagai lembaga dari tingkat nasional hingga daerah. Hal ini dinilai menunjukkan adanya komitmen bersama untuk melindungi pekerja migran.

This is for the first time that the national, provincial, and district-level institutions, along with civil society, women's crisis centers, and unions of migrant workers stand united in one shared purpose. Artinya: Ini adalah pertama kalinya lembaga tingkat nasional, provinsi, dan kabupaten bersama masyarakat sipil, pusat krisis perempuan, dan serikat pekerja migran berdiri bersama dalam satu tujuan yang sama,” katanya.

Ia berharap kolaborasi tersebut dapat terus diperkuat ke depannya. Dengan kerja sama yang solid, perlindungan pekerja migran Indonesia diharapkan dapat semakin optimal.

Rekomendasi Berita