Festival Holi Warnai Musim Semi di India

  • 05 Mar 2026 08:25 WIB
  •  Cirebon

RRI.CO.ID, Cirebon - Festival Holi tahun ini dirayakan pada Rabu, 4 Maret 2026, dengan penuh suka cita melalui tradisi lempar bubuk warna-warni di seluruh penjuru India. Perayaan ini menjadi simbol kesetaraan di mana batasan kasta dan status sosial menghilang di bawah lapisan debu warna yang cerah.

Dilansir dari Nationalgeographic.com, rangkaian acara dimulai sejak malam sebelumnya melalui tradisi Holika Dahan dengan menyalakan api unggun untuk membakar patung iblis. Ritual tersebut melambangkan kemenangan kebaikan atas kejahatan, merujuk pada legenda Prahlad yang selamat dari api berkat pertolongan Dewa Wisnu.

Salah satu kuliner wajib yang dipersiapkan oleh keluarga di India adalah gujiya, yaitu kue manis berisi kacang-kacangan dan rempah kapulaga. Selain itu, masyarakat juga sering menyajikan bhang, minuman susu tradisional berbahan kanabis yang memiliki kaitan erat dengan mitologi Dewa Siwa.

Penggunaan bubuk warna atau gulal berasal dari legenda Dewa Krishna yang mewarnai wajah Radha karena merasa tidak percaya diri dengan warna kulitnya. Kini, warna-warna tersebut memiliki makna mendalam seperti merah untuk cinta dan kesuburan, serta hijau untuk awal yang baru.

Dahulu gulal dibuat dari bahan alami dan tanaman obat, namun kini pewarna sintetik lebih banyak digunakan di pasar meskipun memiliki risiko kesehatan. Pemerintah India mulai mendorong warganya untuk kembali menggunakan pewarna nabati guna menghindari kasus keracunan warna seperti yang pernah terjadi di Mumbai.

Tradisi unik lainnya adalah Lathmar Holi di wilayah Barsana dan Nandgaon di mana para wanita secara simbolis memukul pria menggunakan tongkat kayu. Kemeriahan ini tidak hanya terjadi di India, tetapi juga meluas ke Bangladesh, Pakistan, hingga komunitas diaspora di Afrika Selatan.

Bagi wisatawan yang ingin bergabung, disarankan untuk mengoleskan pelembap pada kulit dan rambut agar sisa warna lebih mudah dibersihkan setelah acara usai. Pakaian yang dikenakan saat perayaan biasanya akan terkena noda permanen sehingga orang-orang cenderung memakai baju lama yang sudah tidak terpakai.

Saat ini perayaan Holi telah mendunia dengan banyaknya konser dan acara serupa yang diadakan di negara-negara seperti Inggris hingga Amerika Serikat. Fenomena ini membuktikan bahwa semangat kegembiraan dan persatuan dalam Holi dapat diterima dengan baik oleh masyarakat dari berbagai latar belakang budaya.

Kata Kunci / Tags

Rekomendasi Berita