Dukung MBG, DPRD SBT Ingatkan Pengelolaan Harus Baik
- 14 Jan 2026 17:33 WIB
- Bula
RRI.CO.ID, Bula: Program Makan Bergizi (MBG) di Kabupaten Seram Bagian Timur (SBT), Maluku, terus diperluas. Dukungan terhadap program pemerintah pusat tersebut datang dari Ketua DPRD SBT, Risman Sibualamo, dengan catatan pengelolaan harus dilakukan secara maksimal.
“Secara kelembagaan kita mendukung. Ini kan program pemerintah pusat yang tentu ada manfaatnya untuk anak-anak kita. Yang penting pengelolaannya harus baik, jangan sampai hal-hal yang tidak kita inginkan seperti yang terjadi di daerah lain terulang, misalnya makanan basi. Ini kan soal manajemen saja,” ujar Risman kepada wartawan, Rabu, 14 Januari 2026.
Ia berharap program MBG benar-benar memberikan manfaat, tidak hanya bagi anak-anak sebagai penerima utama.Tetapi juga bagi pelaku usaha dan masyarakat yang terlibat dalam pelaksanaannya.
“Mudah-mudahan manfaatnya baik untuk anak-anak kita, juga untuk pelaku usaha dan masyarakat yang terlibat dalam pekerjaan ini,” tambahnya.
Sementara itu, Program MBG di Kabupaten SBT resmi menambah cakupan layanan dengan dilakukannya launching Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di tiga titik di Kecamatan Bula, yakni Bula, Lemumir, dan Wailola. Kegiatan tersebut dipusatkan di SD Negeri 6 Bula pada Senin (12/1/2025).
Koordinator Wilayah Program MBG Kabupaten SBT, Muh Nasir Anggar, mengatakan program MBG sebenarnya telah berjalan sejak tiga bulan lalu di satu titik, yakni Kecamatan Teluk Waru.
“Kalau di Kabupaten Seram Bagian Timur sendiri sudah aktif kurang lebih tiga bulan lalu, itu satu titik di Kecamatan Teluk Waru. Untuk di Bula ini baru perdana, ada tiga titik tapi satu dapur yang baru beroperasional,” kata Nasir.
Ia menjelaskan, meski launching dilakukan untuk tiga titik, saat ini baru satu dapur yang aktif, yakni dapur SPPG di Desa Wailola. Dua dapur lainnya di Desa Lemumir dan Desa Bula (Lumba-Lumba) masih menunggu pencairan anggaran.
“Yang berjalan sekarang baru satu dapur di Wailola. Dua titik lainnya masih menunggu anggaran,” jelasnya.
Nasir juga mengungkapkan, hingga kini terdapat lima titik di Kabupaten SBT yang telah mengantongi Surat Keputusan (SK) Kepala Badan Gizi Nasional (BGN). Rinciannya, tiga titik di Bula, satu di Teluk Waru, dan satu di Geser. Namun, titik di Geser juga belum beroperasi karena masih menunggu anggaran.
Pada tahap awal, dapur SPPG Wailola menjangkau sebanyak 1.307 penerima manfaat.
“Minggu pertama ini kita langsung menjangkau 1.307 penerima manfaat,” ujarnya.
Penerima manfaat program MBG meliputi siswa-siswi sekolah, tenaga pengajar, serta kelompok 3B, yakni bayi, balita, dan ibu menyusui.
Lebih lanjut, Nasir menyebutkan Program MBG memiliki tiga skema pelaksanaan. Untuk skema mitra mandiri, direncanakan sebanyak 11 dapur, dengan enam dapur masih dalam tahap persiapan dan sisanya telah tersedia.
Selain itu, pemerintah pusat juga akan membangun dapur SPPG melalui APBN di tiga kecamatan, yakni Tutuktolo, Siritauan Widatimur, dan Werinama.
“Total di Kabupaten SBT ada 59 titik SPPG yang tersebar di 16 kecamatan, termasuk dapur untuk wilayah terpencil,” pungkas Nasir.