Distanak SBT Targetkan Bobot Sapi Inseminasi Buatan Capai 1 Ton

  • 05 Mar 2026 20:30 WIB
  •  Bula

RRI. CO. ID, Bula– Pemerintah Kabupaten Seram Bagian Timur (SBT), Maluku, terus mendorong peningkatan produksi protein hewani melalui pengembangan sektor peternakan. Salah satu langkah yang dilakukan adalah program inseminasi buatan untuk meningkatkan kualitas dan bobot sapi.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Pertanian dan Peternakan (Distanak) Kabupaten SBT, Sofyan Waraiya, mengatakan program tersebut difokuskan pada pengembangan sapi, khususnya sapi Bali, dengan melibatkan para petani dan peternak lokal.

“Terhadap kebutuhan protein, khususnya hewani, dinas peternakan sebentar lagi akan mengembangkan peternakan sapi. Kita dorong petani-petani kita, kemudian kita bina agar mereka bisa meningkatkan produksi ternak,” kata Sofyan Waraiya kepada RRI, Kamis, 5 Maret 2026.

Ia menjelaskan, salah satu program yang dijalankan adalah inseminasi buatan atau yang dikenal di masyarakat sebagai “kawin suntik”. Melalui metode tersebut, kualitas genetik sapi diharapkan meningkat sehingga berdampak pada bobot dan produktivitas ternak.

Menurutnya, sapi Bali lokal umumnya memiliki bobot sekitar 200 kilogram per ekor. Namun dengan program inseminasi buatan, bobot sapi ditargetkan bisa meningkat hingga 800 kilogram bahkan mencapai 1 ton per ekor.

“Melalui kawin suntik itu kita bisa meningkatkan sapi Bali. Kalau sapi lokal kapasitasnya sekitar 200 kilo, kita bisa dorong sampai 800 kilo bahkan 1 ton per ekor,” ujarnya.

Program tersebut telah berjalan dalam beberapa tahun terakhir di wilayah Seram Bagian Timur. Sofyan menyebutkan, selama tiga tahun terakhir lebih dari 200 ekor sapi telah mengikuti program inseminasi buatan.

Selain itu, pemerintah daerah juga menyiapkan peternakan percontohan sebagai lokasi penelitian dan pengembangan. Saat ini terdapat sekitar 10 ekor sapi yang disiapkan sebagai bagian dari program percontohan tersebut.

“Di Seram Bagian Timur sementara kita punya percontohan sekitar 10 ekor. Itu sebentar lagi akan ditempatkan di lokasi untuk kita lakukan penelitian,” jelasnya.

Sofyan menambahkan, tujuan dari program ini tidak hanya untuk meningkatkan bobot dan produksi ternak, tetapi juga untuk memperkuat cadangan ternak milik pemerintah daerah.

Dengan adanya stok ternak milik pemerintah, diharapkan kebutuhan masyarakat dapat tetap terpenuhi apabila terjadi kekurangan pasokan di pasaran.

“Selain meningkatkan produksi ternak, ini juga menjadi cadangan pemerintah daerah. Jadi ketika stok habis, pemerintah bisa menyediakan dari stok yang kita miliki,” pungkasnya.

Kata Kunci / Tags

Rekomendasi Berita