Akses Terhambat, Warga Sesnuk Rindukan Sarana Infrastruktur Dasar

  • 10 Feb 2026 12:18 WIB
  •  Bovendigoel

RRI.CO.ID, Boven Digoel—Masyarakat di kawasan perbatasan RI–Papua Nugini, khususnya di Distrik Sesnuk, Kabupaten Boven Digoel, masih menghadapi tantangan besar terkait keterbatasan infrastruktur dasar. Minimnya pembangunan jalan menjadi salah satu faktor utama terhambatnya penyaluran barang dan jasa ke wilayah tersebut.

Kepala Distrik Sesnuk, Kanisius Temkorok, mengatakan kondisi jalan yang rusak dan belum memadai menyebabkan biaya logistik meningkat. Akibatnya, harga kebutuhan pokok di tingkat masyarakat menjadi lebih mahal.

“Jalan yang buruk membuat biaya logistik meningkat sehingga harga barang kebutuhan pokok menjadi lebih mahal. Kondisi ini berdampak langsung pada kehidupan masyarakat di perbatasan,” ujarnya,Selasa 10 Februari 2026

Menurutnya, masyarakat kerap kesulitan memenuhi kebutuhan dasar akibat terbatasnya akses transportasi. Hal ini juga berpengaruh terhadap aktivitas ekonomi dan kesejahteraan warga setempat.

Pemerintah, kata Kanisius, sejauh ini telah berupaya meningkatkan pembangunan infrastruktur di wilayah perbatasan, termasuk melalui pembangunan Jalan Trans Papua yang bertujuan membuka akses ke daerah pedalaman. Namun, pelaksanaannya masih menghadapi sejumlah kendala, seperti keterbatasan anggaran, kondisi geografis yang sulit, serta kurangnya koordinasi antarinstansi.

Ia berharap pemerintah dapat memberikan perhatian lebih dengan mempercepat pembangunan jalan di Distrik Sesnuk, sehingga masyarakat dapat menikmati akses transportasi yang layak dan peningkatan kualitas hidup.

“Kami membutuhkan jalan yang baik agar perekonomian dan kesejahteraan masyarakat bisa meningkat,” ujar Kanisius

Masyarakat Distrik Sesnuk pun berharap pemerintah segera merealisasikan pembangunan infrastruktur dasar demi mendukung aktivitas sosial dan ekonomi di kawasan perbatasan.

Rekomendasi Berita