Perkuat Identitas Budaya, Papua Selatan Gelar Festival Digoel
- 15 Des 2025 10:19 WIB
- Bovendigoel
KBRN Boven Digoel: Festival Digoel 2025 yang berlangsung pada 6–9 Desember di Kabupaten Boven Digoel selama empat hari penuh kemeriahan dan partisipasi publik yang sangat tinggi. Festival Digoel 2025 adalah Kegiatan atau Festival pertama yang digelar di Boven Digoel.
Pemerintah Provinsi Papua Selatan melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Merauke menyelenggarakan festival budaya ini sebagai ajang apresiasi sekaligus promosi kekayaan adat setempat. Dalam Penutupan Festival Digoel 2025 dilakukan oleh Asisten I Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Setda Provinsi Papua Selatan, Agustinus Joko Guritno mewakili Gubernur.
Menurutnya, Bupati Boven Digoel, Roni Omba, menyampaikan rasa syukur dan terima kasih atas kelancaran festival. Ia mengapresiasi Pemerintah Provinsi Papua Selatan yang mempercayakan Boven Digoel sebagai tuan rumah perdana.
“Ini menjadi nilai positif bagi kami. Ada jalan bagi pemerintah Kabupaten Boven Digoel dan masyarakat untuk membuka akses kegiatan penting lainnya di Provinsi Papua Selatan,” jelasnya.
Bupati juga menyampaikan penghargaan kepada kelompok budaya, sanggar seni, dan seluruh masyarakat yang aktif berpartisipasi sejak pembukaan hingga puncak acara. Ia berharap Festival Digul dapat memperkuat kerja sama sekaligus memperluas promosi budaya Boven Digoel pada masa mendatang.
Asisten I Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Setda Provinsi Papua Selatan, Agustinus Joko Guritno, menegaskan pentingnya budaya dalam pembangunan daerah meski provinsi baru berusia tiga tahun.
“Budaya adalah karunia Tuhan yang menjadi kekuatan bangsa. Ia menunjukkan jati diri masyarakat dan menumbuhkan semangat pembangunan,” ucapnya.
Ketua Panitia Festival Digul 2025, Martinus Mahuse memaparkan bahwa pemilihan nama “Digul” memiliki makna historis dan kultural yang mendalam. Digul dipandang sebagai sumber rahmat, kesuburan, serta simbol persatuan lima suku besar di wilayah tersebut.
“Festival Digoel telah menjadi pusat kreativitas sub-sub suku di Boven Digoel dan membawa nama Digul semakin dikenal secara nasional bahkan internasional. Panitia sebelumnya menargetkan 50 peserta atau sanggar seni, namun antusiasme masyarakat yang luar biasa membuat festival semakin meriah," ujar Martinus.
Festival Digoel 2025 menjadi bagian dari agenda tahunan kebudayaan Papua Selatan yang selanjutnya akan diselenggarakan di Kabupaten Mappi, Asmat, dan Merauke. Pemerintah provinsi berharap budaya Digul semakin dikenal di tingkat nasional dan internasional sehingga dapat menarik minat wisatawan domestik maupun mancanegara.
Rangkaian acara ditutup dengan penyerahan bonsai dari Komunitas Bonsai Boven Digoel kepada Bupati dan Asisten I sebagai simbol apresiasi atas terselenggaranya festival yang dinilai membawa warna baru bagi upaya pelestarian budaya di Papua Selatan.
Festival Digoel 2025 tidak hanya menjadi ajang seni, tetapi juga ruang persatuan, kreativitas, dan kebanggaan masyarakat. Baik pemerintah provinsi maupun kabupaten berkomitmen menjadikan festival ini sebagai agenda budaya tahunan yang lebih besar, inklusif, dan berkelanjutan pada tahun-tahun mendatang.