Fadly, Pemuda asal Bone Masuk Top10 Ajang Pencarian Da'i Nasional

  • 22 Feb 2026 06:52 WIB
  •  Bone

RRI.CO.ID, Bone - Seorang dai muda asal Kabupaten Bone, Sulawesi Selatan, Muh Nur Fadly berhasil menembus Top 10 ajang Cahaya Muda Indonesia yang tayang di iNews TV. Remaja 18 tahun asal Otting, Kecamatan Tellu Siattinge itu kini tengah mengikuti tahap eliminasi setelah dinyatakan lolos dari proses audisi, sebagai bagian dari lomba da’i muda tingkat nasional yang diselenggarakan di Jakarta.

Program Cahaya Muda Indonesia merupakan ajang pencarian da’i muda yang mengangkat tema dakwah inspiratif dan relevan dengan perkembangan zaman, ditayangkan oleh iNews setiap malam pukul 21.00 WIB selama bulan Ramadan 1447 H / 2026 M. Program ini digelar di Jakarta dan telah memasuki tahapan eliminasi setelah proses audisi yang dilaksanakan awal tahun 2026, termasuk audisi yang dibuka sejak pendaftaran pada akhir Desember 2025–Januari 2026.

Fadly yang merupakan putra dari Ahmad Yasin dan Rosmiati, mengaku bersyukur atas capaian tersebut. Ia menyebut keberhasilannya masuk 10 besar menjadi kebanggaan tersendiri karena dapat mewakili Bone dan Sulawesi Selatan di ajang dakwah tingkat nasional. “Alhamdulillah, tentu saya sangat bersyukur dan merasa terhormat. Bisa mewakili Bone dan Sulawesi Selatan hingga masuk Top 10 adalah amanah besar bagi saya,” ujar Fadly saat dikonfirmasi rri.co.id, Minggu, 22 februari 2026.

Menurut Fadly, motivasi terbesarnya mengikuti ajang tersebut adalah untuk membanggakan kedua orang tua, keluarga, guru, serta masyarakat Bone. Ia juga ingin menjadikan kompetisi itu sebagai sarana belajar dan berbagi ilmu dakwah kepada masyarakat luas. “Motivasi terbesar saya ingin membanggakan orang tua dan menjadikan ajang ini sebagai sarana pembelajaran. Saya ingin menunjukkan bahwa saya yang berasal dari Bone juga bisa berdakwah dan menyampaikan nilai-nilai kebaikan,” katanya.

Ia menambahkan, pengalaman mengikuti berbagai lomba seperti musabaqah syarhil Quran, pidato dan ceramah turut membentuk mental serta kemampuannya berbicara di depan publik. Dukungan serta doa dari berbagai pihak juga menjadi kunci keberhasilannya hingga menembus babak 10 besar.

Fadly mengungkapkan, doa dan nasihat orang tua menjadi kekuatan terbesar dalam setiap proses yang dijalaninya. “Doa, nasihat, serta keikhlasan mereka yang selalu menguatkan saya adalah hal paling berkesan. Mereka selalu mengingatkan untuk tetap rendah hati dan meluruskan niat,” ujarnya.

Saat ini, ia berharap dukungan masyarakat Sulawesi Selatan, khususnya Kabupaten Bone, terus mengalir agar dapat melangkah lebih jauh di babak eliminasi. Ia juga ingin keikutsertaannya menjadi inspirasi bagi generasi muda. “Saya mengucapkan terima kasih sebesar-besarnya kepada seluruh masyarakat Sulawesi Selatan, khususnya Bone atas doa dan dukungannya. Semoga apa yang saya lakukan bisa menjadi motivasi bagi generasi muda untuk berani bermimpi, percaya diri, tetap berakhlak dan tidak melupakan jati diri,” tutupnya.

Rekomendasi Berita