Pemuda Indonesia Belajar Budaya Kerja Egaliter di Australia
- 11 Nov 2025 13:19 WIB
- Bone
KBRN, Bone: Pengalaman magang menjadi momen berharga bagi para peserta Australia-Indonesia Youth Exchange Program (AIYEP) 2025, termasuk Andi Muhammad Farid Fausan Bate pemuda asal Bone yang mewakili Sulawesi Selatan, delegasi Indonesia yang saat ini tengah menjalani work placement di Mandala Partners, Melbourne. Selama tiga minggu berada di lembaga konsultasi kebijakan publik terkemuka tersebut, Farid mendapatkan banyak pembelajaran baru tentang dunia profesional dan dinamika kerja di Australia.
Dalam program magang ini, Farid terlibat dalam proyek riset perbandingan kebijakan publik antara Indonesia, Malaysia, dan Australia, khususnya mengenai pengembangan pusat data (data center). Melalui tugas ini, ia mempelajari secara langsung bagaimana kebijakan dan tata kelola publik di Australia dirancang dengan pendekatan berbasis riset yang kolaboratif dan terbuka.
Salah satu hal yang paling berkesan bagi Farid adalah suasana kerja yang egaliter. Ia menilai bahwa meskipun struktur organisasi tetap ada, hubungan antarpegawai di Mandala Partners berjalan tanpa sekat hierarki yang kaku. “Lingkungan kerjanya sangat menghargai setiap suara, bahkan posisi intern seperti saya pun diberikan ruang untuk berpendapat dan berdiskusi,” ungkap Farid, Selasa (11/11/2025).
Ia menambahkan bahwa sikap inklusif dan terbuka dari rekan-rekan kerja membuat proses adaptasi terasa alami. “Saya diterima dengan sangat baik, dan itu membuat saya semakin berani untuk belajar dan bertanya. Pengalaman seperti ini jarang saya temui di lingkungan kerja di Indonesia,” ujarnya.
Melalui pengalaman tersebut, Farid berharap dapat membawa semangat kerja egaliter dan kolaboratif ini kembali ke Tanah Air. Ia meyakini bahwa pertukaran pengalaman lintas budaya seperti AIYEP tidak hanya memperkuat hubungan antarnegara, tetapi juga menumbuhkan cara pandang baru bagi generasi muda Indonesia dalam menghadapi tantangan global.