Menteri PKP Tinjau Lahan Kemkomdigi di Depok untuk Hunian MBR
- 07 Mar 2026 21:18 WIB
- Bogor
RRI.CO.ID, Depok -Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait meninjau lahan milik Kementerian Komunikasi dan Digital Republik Indonesia yang direncanakan untuk pembangunan rumah susun bagi Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR) di Depok, Jawa Barat, Sabtu 7 Maret 2026. Peninjauan tersebut turut didampingi Wakil Wali Kota Depok Chandra Rahmansyah serta Inspektur Jenderal Kementerian Komunikasi dan Digital, Arief Tri Hardiyanto.
Kunjungan tersebut dilakukan untuk memastikan kesiapan lahan sekaligus mendorong percepatan pembangunan hunian vertikal di kawasan perkotaan. Pembangunan rumah susun dinilai menjadi salah satu solusi pemenuhan kebutuhan perumahan di wilayah dengan tingkat kepadatan penduduk yang tinggi.
Lahan yang ditinjau memiliki luas sekitar 45,06 hektare yang terdiri atas lahan milik Kementerian Komunikasi dan Digital seluas 30,086 hektare. Dari jumlah tersebut sekitar 24,707 hektare masih berupa lahan kosong yang berpotensi dimanfaatkan untuk pembangunan.
Selain itu terdapat pula lahan milik Radio Republik Indonesia (RRI) seluas 14,97 hektare dengan sekitar 9,62 hektare yang masih belum terbangun. Namun sebagian area tersebut saat ini masih didiami oleh sekitar 218 kepala keluarga yang menempati lahan tanpa dasar hukum.
Menteri PKP Maruarar Sirait mengatakan pembangunan rumah susun di kawasan tersebut berpotensi menjadi solusi untuk memenuhi kebutuhan perumahan di Kota Depok. Pemerintah juga menyiapkan skema pembiayaan melalui fasilitas likuiditas pembiayaan perumahan (FLPP) dengan tenor hingga 30 tahun dan uang muka sekitar 1 persen.
Untuk merealisasikan upaya tersebut, menteri PKP akan melakukan rapat koordinasi dengan pihak-pihak terkait, diantaranya Kemkomdigi, Pemprov Jabar Pangdam Jaya, Kapolda Metro jaya, Pemkot Depok, Pengadilan Negeri Depok, BPN Depok, serta LPP RRI. Direncanakan Rakor tersebut akan berlangsung pada Selasa pekan depan.
Sementara itu, Irjen Kemkomdigi, Arief Tri Hardiyanto, menyatakan kesiapannya untuk memproses kesiapan lahan dalam kurun waktu enam bulan. " Semoga dalam kurun waktu enam bulan kedepan, semua proses penyiapan lahan dapat terealisasi. Syukur syukur bisa lebih cepat" katanya di komplek pemancar RRI Bogor yang terletak di Parung Serab Depok.
Senada dengan hal itu, Wakil Wali Kota Depok Chandra Rahmansyah mengatakan pihaknya mendukung penuh rencana pembangunan rusun tersebut, termasuk percepatan perizinan agar proyek dapat segera direalisasikan. Chandra juga menyebut sat ini kebutuhan hunian di wilayahnya masih cukup tinggi, dengan sekitar 170 ribu warga belum memiliki rumah. Jika proyek ini terealisasi dapat membantu warganya untuk memiliki rumah yang terjangkau.