Liontin Emas Raja Henry VIII Resmi Jadi Koleksi British Museum
- 14 Feb 2026 15:51 WIB
- Bogor
RRI.CO.ID, Bogor – Sebuah liontin emas berbentuk hati yang terkait dengan pernikahan Raja Henry VIII dan Katherine dari Aragon kini resmi menjadi koleksi permanen British Museum. Artefak bersejarah ini berhasil diamankan setelah upaya penggalangan dana besar-besaran untuk mencegahnya jatuh ke tangan kolektor pribadi.
Dikutip dari Reuters, liontin emas 24 karat tersebut dihiasi inisial Henry dan Katherine, ornamen mawar Tudor, serta pohon delima yang menjadi simbol pribadi sang ratu. British Museum mengumpulkan dana sekitar 3,5 juta poundsterling atau sekitar Rp80,45 miliar untuk mengakuisisi benda bersejarah ini melalui mekanisme perlindungan harta karun nasional Inggris.
Artefak ini sempat hilang selama berabad-abad sebelum ditemukan secara tidak sengaja pada 2019 oleh seorang pencari logam di sebuah ladang di Warwickshire. Sesuai hukum harta karun Inggris, museum diberikan kesempatan pertama untuk memperoleh temuan yang dinilai memiliki nilai sejarah tinggi.
Para sejarawan menyebut liontin tersebut sebagai satu-satunya perhiasan yang tersisa dari 24 tahun pernikahan Henry VIII dan Katherine dari Aragon. Di bagian dalam liontin terdapat tulisan dalam bahasa Prancis kuno, “tousiors”, yang bermakna “selamanya”, mencerminkan janji kesetiaan pasangan tersebut pada masa awal pernikahan mereka.
Berdasarkan kajian sejarah, liontin ini diperkirakan dibuat pada 1518, bertepatan dengan pertunangan Putri Mary, anak Henry dan Katherine, dengan putra mahkota Prancis. Artefak ini menjadi saksi bisu hubungan politik, cinta, dan kekuasaan di masa Dinasti Tudor.
Upaya penyelamatan liontin melibatkan partisipasi publik secara luas. Sekitar 45 ribu orang turut menyumbang dana, sementara kekurangannya dipenuhi oleh National Heritage Memorial Fund dan sejumlah yayasan pelestarian warisan budaya. Hasil penjualan artefak tersebut akan dibagi antara penemu dan pemilik lahan tempat ditemukannya liontin.
Direktur British Museum menyebut artefak ini sebagai peninggalan langka yang membuka kembali lembaran sejarah Inggris yang jarang diketahui publik. Kisah di balik liontin ini juga mengingatkan pada berakhirnya pernikahan Henry dan Katherine, yang kemudian mendorong Henry VIII memisahkan diri dari Gereja Katolik demi membatalkan pernikahannya dan mengamankan penerus dinasti.
Dengan dipajangnya liontin tersebut di British Museum, publik kini dapat menyaksikan langsung simbol cinta, kekuasaan, dan konflik yang membentuk sejarah Inggris abad ke-16.